Merumuskan Masalah Penelitian pada Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
Merumuskan Masalah Penelitian pada Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
1. Pentingnya Masalah dalam Penelitian Pendidikan
Dalam kegiatan penelitian, masalah penelitian merupakan titik awal yang menentukan arah keseluruhan proses penelitian. Tanpa rumusan masalah yang jelas, penelitian akan kehilangan fokus, tujuan, serta kontribusi ilmiahnya. Dalam konteks pendidikan, khususnya Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI), masalah penelitian sering muncul dari kesenjangan antara kondisi ideal (teori atau kurikulum) dengan kondisi nyata di lapangan.
Masalah penelitian dapat muncul dari berbagai fenomena pendidikan seperti rendahnya motivasi belajar siswa, penggunaan metode pembelajaran yang kurang efektif, kesulitan guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran, ataupun keterbatasan media pembelajaran yang digunakan di kelas. Oleh karena itu, kemampuan mahasiswa PGMI dalam menemukan dan merumuskan masalah penelitian menjadi kompetensi penting dalam mata kuliah metodologi penelitian.
Menurut John W. Creswell, masalah penelitian adalah isu atau fenomena yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut karena terdapat kesenjangan pengetahuan atau praktik yang perlu diperbaiki (Creswell, 2014). Sementara itu, Sugiyono menjelaskan bahwa masalah penelitian merupakan penyimpangan antara harapan dengan kenyataan yang terjadi di lapangan sehingga perlu diteliti untuk memperoleh solusi ilmiah (Sugiyono, 2019).
Dengan demikian, penelitian di bidang PGMI seharusnya tidak hanya berorientasi pada penyusunan laporan akademik, tetapi juga bertujuan untuk memberikan solusi nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah.
2. Menemukan Masalah Penelitian di Bidang Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
Masalah penelitian dalam pendidikan Madrasah Ibtidaiyah dapat ditemukan melalui berbagai sumber empiris maupun teoritis. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan observasi dan refleksi kritis terhadap praktik pendidikan yang berlangsung.
Beberapa cara menemukan masalah penelitian antara lain:
a. Observasi Lapangan
Mahasiswa dapat mengamati proses pembelajaran di kelas MI, interaksi guru dan siswa, penggunaan media pembelajaran, maupun manajemen kelas.
Contoh:
Siswa kurang aktif saat pembelajaran fiqih.
Guru masih dominan menggunakan metode ceramah.
Media pembelajaran tematik kurang variatif.
b. Studi Literatur
Masalah penelitian juga dapat ditemukan dari kajian penelitian terdahulu atau artikel jurnal pendidikan.
Contoh:
Banyak penelitian menunjukkan rendahnya literasi membaca siswa MI.
Kurangnya integrasi teknologi dalam pembelajaran MI.
c. Pengalaman Praktik Lapangan
Mahasiswa yang mengikuti PPL atau praktik mengajar sering menemukan fenomena pendidikan yang menarik untuk diteliti.
Contoh:
Kesulitan siswa memahami konsep pecahan pada pelajaran matematika.
Rendahnya motivasi belajar siswa pada pembelajaran daring.
d. Diskusi dengan Guru atau Kepala Madrasah
Guru sering memiliki pengalaman langsung tentang permasalahan pembelajaran yang terjadi di kelas.
3. Merumuskan Masalah Penelitian
Setelah menemukan fenomena masalah, langkah selanjutnya adalah merumuskan masalah penelitian secara jelas, spesifik, dan terarah.
Rumusan masalah biasanya dituliskan dalam bentuk pertanyaan penelitian.
Menurut Fred N. Kerlinger, rumusan masalah penelitian harus memenuhi beberapa kriteria utama:
Jelas dan spesifik
Dapat diteliti secara empiris
Relevan dengan bidang keilmuan
Memiliki nilai manfaat bagi pengembangan ilmu atau praktik pendidikan
Contoh fenomena:
Siswa kelas IV MI kurang aktif dalam pembelajaran IPA.
Rumusan masalah:
Bagaimana tingkat keaktifan siswa kelas IV MI dalam pembelajaran IPA?
Bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan keaktifan siswa kelas IV MI?
Apakah model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas IV MI?
Rumusan masalah yang baik akan membantu peneliti menentukan:
tujuan penelitian
metode penelitian
teknik pengumpulan data
analisis data
4. Karakteristik Rumusan Masalah yang Baik
Rumusan masalah penelitian yang baik memiliki karakteristik berikut:
1. Bersifat Fokus
Rumusan masalah tidak terlalu luas sehingga dapat diteliti secara mendalam.
Contoh kurang tepat:
Bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah?
Contoh lebih tepat:
Bagaimana pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis video terhadap motivasi belajar siswa kelas V MI?
2. Bersifat Operasional
Rumusan masalah dapat diukur atau diamati secara empiris.
3. Mengandung Variabel Penelitian
Variabel merupakan aspek yang diteliti dalam penelitian.
Contoh:
Variabel X : Model pembelajaran problem based learning
Variabel Y : Hasil belajar IPA siswa MI
4. Relevan dengan Bidang PGMI
Rumusan masalah harus berkaitan langsung dengan pendidikan Madrasah Ibtidaiyah.
5. Alur Menemukan dan Merumuskan Masalah Penelitian
Agar mahasiswa lebih mudah memahami proses ini, berikut pola visual alur perumusan masalah penelitian.
Fenomena Pendidikan di MI↓Identifikasi Masalah↓Pembatasan Masalah↓Rumusan Masalah Penelitian↓Tujuan Penelitian
Penjelasan:
Fenomena → Identifikasi → Pembatasan → Rumusan
Mahasiswa perlu mempersempit fenomena umum menjadi pertanyaan penelitian yang spesifik dan terukur.
6. Contoh Kasus Penelitian PGMI
Studi Kasus
Seorang mahasiswa PGMI melakukan observasi di kelas V Madrasah Ibtidaiyah. Ia menemukan beberapa fenomena berikut:
Siswa terlihat pasif saat pembelajaran IPA.
Guru lebih sering menggunakan metode ceramah.
Media pembelajaran jarang digunakan.
Nilai IPA siswa sebagian besar berada di bawah KKM.
Berdasarkan fenomena tersebut, mahasiswa ingin melakukan penelitian.
Contoh Rumusan Masalah
Bagaimana tingkat keaktifan siswa kelas V MI dalam pembelajaran IPA?
Bagaimana penerapan model Problem Based Learning dalam pembelajaran IPA di kelas V MI?
Apakah model Problem Based Learning dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas V MI?
7. Pertanyaan Diskusi untuk Mahasiswa PGMI
Mengapa kemampuan menemukan masalah penelitian menjadi keterampilan penting bagi mahasiswa PGMI?
Jelaskan perbedaan antara fenomena pendidikan dan rumusan masalah penelitian!
Sebutkan tiga sumber yang dapat digunakan untuk menemukan masalah penelitian di Madrasah Ibtidaiyah!
Perbaiki rumusan masalah berikut agar lebih spesifik:
“Bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa MI?”
Berdasarkan pengalaman atau pengamatan Anda di sekolah dasar atau madrasah, sebutkan dua contoh masalah penelitian yang menarik untuk diteliti.
Daftar Pustaka
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Kerlinger, F. N., & Lee, H. B. (2000). Foundations of behavioral research (4th ed.). Harcourt College Publishers.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Fraenkel, J. R., Wallen, N. E., & Hyun, H. H. (2012). How to Design and Evaluate Research in Education (8th ed.). McGraw-Hill.

1 Comments:
Nama : Lina Uliatur rahmah
NIM: 234005
1.karena supaya calon guru MI itu tidak asal menebak ketika ada masalah dikelas ,jadi guru sudah punya solusi untuk mengatasi nya .kaitan sama yg dikelas itu membuat guru ngaca atau mengintrofeksi diri mungkin ketika mengajar tadi kurang oke ,maka akan memperbaiki dilain hari ketika ada jam mengajarnya.
2.jenis penelitian yg tepat menurut saya penelitian kualitatif , kita butuh pendekatan kualitatif untuk melakukan pendekatan ,mencari tau kenapa mereka malas untuk membaca apakah suasana kelas nya yg kurang , buku nya kurang menarik atau bahasa nya yg sulit ,maka dari itu kita perlu mengobservasikan dan mewawancarai supaya kita menemukan masalah tersebut dan langkah apa yg harus kita ambil untuk si anak tersebut .
3.kelebihan kualitatif : sangat mendalam ,dan bisa memahami setiap karakter siswa siswi secara personal .
kelebihan kuantitatif : hasilnya pasti dan bisa digeneralisasikan kebanyak sekolah .
kekurangan kualitatif : subjektivitas penelitian tinggi tapi hasilnya belum tentu bisaa diterapkan di sekolah lain yang budayanya berbeda .
kekurangan kuantitatif : kaku dan tidak bisa menjelasakan perasaan atau motivasi siswa dibalik angka .
4.PTK paling praktis untuk guru karena tujuannya bukan cuma teori tapi langsung memperbaiki keadaan saat itu juga .
contoh minsal kelas 1: anak -anak susah menghafal huruf karena guru hanya ceramah saja ,lalu guru itu mengganti dengan media kartu warna-warni ,dan setelah dicobak ternyata cara tersebut lebih mudah dipahami oleh anak -anak dan mereka jadi mudah untuk menghafal kan huruf tersebut .
5.cara untuk menentukan masalah penelitian yg baik di MI adalah dengan cara peka terhadap keadan kelas tersebut dan mengerti keadaan anak murid nya ,setiap anak tidak bisa kita
sama kan karena setiap anak itu berbeda - beda jadi beda pula pendekatnya dan cara mengatasi nya bagimna.
Posting Komentar