Media Pembelajaran Fiqih MI
Media Pembelajaran Fiqih MI
A. Pendahuluan
Pembelajaran Fiqih di Madrasah Ibtidaiyah (MI) memiliki peran penting dalam menanamkan pemahaman hukum Islam dan nilai-nilai religius kepada peserta didik. Namun, pembelajaran ini sering kali dianggap monoton dan bersifat teoritis apabila tidak didukung oleh penggunaan media pembelajaran yang tepat dan menarik. Media pembelajaran berfungsi sebagai perantara antara guru dan peserta didik agar pesan pembelajaran tersampaikan secara efektif, kontekstual, dan bermakna (Arsyad, 2020).
Dengan demikian, penguasaan konsep dan keterampilan dalam menyiapkan serta menggunakan media pembelajaran menjadi kompetensi esensial bagi calon guru MI. Melalui pemanfaatan media yang kreatif, seperti video, gambar, alat peraga, dan simulasi interaktif, pembelajaran Fiqih dapat menjadi lebih kontekstual dan menyenangkan bagi siswa usia MI (Sanjaya, 2019).
B. Pengertian Media Pembelajaran
Secara etimologis, kata media berasal dari bahasa Latin medius yang berarti perantara atau pengantar. Dalam konteks pendidikan, media diartikan sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran dari guru kepada peserta didik (Heinich et al., 2016).
Menurut Arsyad (2020), media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat peserta didik dalam proses belajar.
Lebih khusus dalam konteks Fiqih MI, media pembelajaran berfungsi tidak hanya sebagai alat bantu visual atau audio, tetapi juga sebagai jembatan nilai yang menghubungkan antara konsep hukum Islam dengan kehidupan nyata siswa. Misalnya, penggunaan video tentang tata cara wudu, gambar ilustratif tentang rukun shalat, atau alat peraga zakat dapat membantu peserta didik memahami makna hukum Islam secara konkret dan aplikatif (Majid, 2021).
C. Jenis Media Pembelajaran Fiqih MI
Menurut Kemp dan Dayton (dalam Sanjaya, 2019), media pembelajaran dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori besar:
-
Media Visual (Tampilan Visual):Meliputi gambar, diagram, peta, bagan, poster, kartu bergambar, dan alat peraga sederhana seperti miniatur masjid atau boneka untuk praktik wudu.Contoh: Gambar urutan gerakan shalat, ilustrasi rukun Islam, atau infografik tata cara tayamum.
-
Media Audio (Pendengaran):Meliputi rekaman ceramah, murottal Al-Qur’an, atau narasi penjelasan hukum Fiqih yang dikemas dalam bentuk podcast edukatif.Contoh: Rekaman audio penjelasan tentang niat dalam ibadah dan hikmahnya.
-
Media Audiovisual dan Digital Interaktif:Termasuk video pembelajaran, animasi 3D, aplikasi interaktif, dan media berbasis teknologi digital seperti Canva Education, Google Slides, atau Wordwall untuk latihan hukum Fiqih.Contoh: Video simulasi tata cara wudu dan shalat berjamaah, kuis interaktif tentang zakat, dan animasi tata cara penyembelihan hewan.
Pemilihan media yang tepat dalam pembelajaran Fiqih MI harus mempertimbangkan tujuan pembelajaran, karakteristik materi, kondisi siswa, dan fasilitas madrasah (Sadiman et al., 2020).
D. Langkah Penyiapan Media Pembelajaran Fiqih MI
Proses penyiapan media pembelajaran Fiqih MI harus dilakukan secara sistematis agar media benar-benar mendukung tujuan pembelajaran. Menurut Dick, Carey, & Carey (2015), langkah penyiapan media meliputi:
-
Analisis Kebutuhan PembelajaranGuru perlu mengidentifikasi kompetensi dasar (KD), tujuan pembelajaran, dan karakteristik siswa MI. Misalnya, untuk materi tentang taharah, guru dapat menilai apakah siswa sudah memahami pentingnya kebersihan dalam Islam.
-
Pemilihan Jenis Media yang TepatPemilihan media disesuaikan dengan jenis materi dan lingkungan belajar. Materi praktik seperti wudu dan shalat lebih efektif menggunakan media visual atau audiovisual.
-
Perancangan MediaMedia disusun dengan memperhatikan prinsip kejelasan, kesederhanaan, dan keterpaduan pesan. Misalnya, membuat video sederhana tentang gerakan shalat menggunakan siswa sebagai model agar lebih kontekstual.
-
Uji Coba dan EvaluasiGuru melakukan uji coba penggunaan media di kelas untuk menilai efektivitasnya. Evaluasi dapat dilakukan dengan observasi langsung atau angket respon siswa terhadap media yang digunakan.
-
Refleksi dan PerbaikanBerdasarkan hasil evaluasi, media perlu direvisi agar lebih menarik dan sesuai kebutuhan siswa (Majid, 2021).
E. Macam-Macam Media dalam Pembelajaran Fiqih MI
Dalam konteks MI, media pembelajaran Fiqih dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk kreatif dan kontekstual:
-
Media Visual Tradisional:
-
Poster rukun Islam dan rukun iman.
-
Flashcard hukum-hukum Fiqih.
-
Alat peraga mini untuk simulasi ibadah.
-
-
Media Berbasis Teknologi:
-
Aplikasi interaktif Fiqih seperti Quizizz, Kahoot!, atau Wordwall.
-
Video pembelajaran di YouTube Edu atau Madrasah Digital Learning.
-
Presentasi digital dengan narasi visual.
-
-
Media Lingkungan dan Realita:
-
Praktik langsung di masjid atau halaman madrasah untuk simulasi wudu dan shalat.
-
Observasi lingkungan sekitar untuk memahami hukum jual beli atau kebersihan.
-
-
Media Kreatif Integratif:
-
Komik edukatif Fiqih.
-
Mini drama interaktif tentang etika jual beli dalam Islam.
-
Permainan edukatif berbasis nilai-nilai hukum Islam (game card “Fiqih Pintar”).
-
Menurut Suparman (2020), keberhasilan penggunaan media Fiqih MI tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi pada kreativitas guru dalam mengaitkan media dengan nilai-nilai spiritual dan moral Islam.
F. Aktivitas Pembelajaran (Diskusi Interaktif)
Langkah-Langkah:
-
Mahasiswa dibagi dalam kelompok kecil (4–6 orang).
-
Setiap kelompok mendiskusikan:
-
Pengertian dan fungsi media pembelajaran Fiqih MI.
-
Jenis media yang paling relevan untuk materi Fiqih tertentu (misalnya: thaharah, shalat, zakat, jual beli, dan lain-lain).
-
Menyusun desain media sederhana untuk pembelajaran Fiqih MI.
-
-
Kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
-
Dosen memberikan umpan balik (feedback) dan menyimpulkan poin penting.
-
Setiap mahasiswa menulis refleksi individu tentang pengalaman merancang dan menggunakan media.
G. Kesimpulan
Media pembelajaran merupakan elemen penting dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran Fiqih di MI. Melalui penggunaan media yang tepat dan inovatif, guru dapat membantu siswa memahami hukum Islam secara kontekstual, menarik, dan aplikatif. Penyiapan media harus dilakukan secara sistematis dengan memperhatikan karakteristik siswa, tujuan pembelajaran, dan konteks madrasah. Dengan pendekatan interaktif dan kreatif, calon guru MI dapat menjadi fasilitator yang tidak hanya mengajarkan ilmu Fiqih, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Islam secara menyenangkan dan bermakna.
Daftar Pustaka
Arsyad, A. (2020). Media Pembelajaran. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Dick, W., Carey, L., & Carey, J. O. (2015). The Systematic Design of Instruction (8th ed.). New York: Pearson.
Heinich, R., Molenda, M., Russell, J. D., & Smaldino, S. E. (2016). Instructional Media and Technologies for Learning (11th ed.). Boston: Pearson Education.
Majid, A. (2021). Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Kompetensi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sadiman, A. S., Rahardjo, R., Haryono, A., & Rahardjito. (2020). Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Sanjaya, W. (2019). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Suparman, A. (2020). Desain Instruksional Modern. Yogyakarta: Andi Offset.


15 Comments:
Nama:eni fatmawati
NIM:(794240004)
Prodi: PGI semester 3
Izin pak saya atas nama eni fatmawati ingin mengumpulkan tugas vidio:https://youtu.be/sSOLnJTutQM?si=5wagmFcG7qEBa_pK
Menurut saya Video ini adalah contoh media pembelajaran visual yang sangat efektif untuk menerjemahkan indikator gerakan Sholat yang detail.
penjelasan sederhananya mengenai mengapa video ini sangat membantu dalam mempelajari gerakan Sholat Subuh:
1. Membuat Gerakan Sulit Jadi Jelas
Video mengatasi kebingungan yang sering terjadi dalam teks panduan, yaitu bagaimana sebenarnya posisi tubuh yang benar.
a. Jaminan Kelurusan: Video menunjukkan posisi punggung yang lurus saat Rukuk.
b. Detail Jari Kaki dan Tangan: Video tidak hanya menunjukkan, tetapi juga menjelaskan, bagaimana posisi telapak tangan menempel dan bagaimana jari kaki harus ditekan ke sajadah saat Sujud.
c. Panduan Jari Tunjuk: Hal kecil seperti cara mengangkat jari telunjuk saat membaca syahadat dalam Tahiyat Akhir ditunjukkan secara visual, menghilangkan keraguan apakah harus lurus atau ditekuk.
2. Melatih Ketenangan (Tumakninah)
Ketenangan dalam Sholat (Tumakninah) sering sulit dilatih. Video membantu dengan:
a. Jeda Otomatis: Video menyertakan pembacaan doa yang panjang saat Rukuk dan Sujud dan I'tidal. Durasi pembacaan ini secara alami menciptakan jeda sejenak yang diwajibkan (Tumakninah). Ini mengajarkan bahwa Sholat itu harus tenang, bukan buru-buru.
b. Fokus Pandangan: Sejak awal, video mengingatkan untuk fokus melihat ke tempat sujud . Hal ini melatih mata agar tidak melirik ke mana-mana, membantu menjaga fokus selama Sholat.
3. Keunggulannya
Keunggulan utama teknologi adalah kita bisa mengulang bagian yang sulit tanpa harus merasa malu.
a. Pelajaran Ulang Cepat: Jika Anda lupa bagaimana melakukan Duduk Tawarruk (posisi kaki saat Tahiyat Akhir), Anda tinggal menggeser video ke detik dan mengulangnya sampai hafal.
b. Standar Gerakan: Semua orang yang belajar dari video yang sama akan memiliki pemahaman yang seragam tentang satu gerakan, sehingga tidak ada perbedaan posisi yang membingungkan.
Kesimpulan Sederhana:
Kesimpulan: Video YouTube ini adalah "cermin" digital yang sempurna. Ia mengubah teks indikator yang detail menjadi panduan gerak yang mudah diakses, dapat diulang, dan memastikan keseragaman gerakan Sholat.
Nama : Wiranti
NIM : 794240001
Prodi : PGMI
Semester : 3 ( Tiga )
https://drive.google.com/file/d/1qRWJ8vem3uev1bCWzBWsQMfvJcEGLI9W/view?usp=drivesdk
Dalam kegiatan merancang media pembelajaran Fikih berupa poster “Tata Cara Wudhu”, saya belajar bahwa media visual sangat penting untuk membantu siswa MI memahami materi yang bersifat praktik. Proses membuat poster ini membuat saya lebih memahami langkah-langkah wudhu secara runtut dan bagaimana cara menyederhanakan materi agar mudah dipahami anak.
Saya juga menyadari bahwa merancang media tidak hanya soal estetika, tetapi juga tentang kejelasan informasi, kesesuaian dengan perkembangan siswa, serta kemanfaatannya dalam pembelajaran di kelas. Tantangan yang saya hadapi adalah memilih ilustrasi yang tepat dan memastikan bahasa yang digunakan tidak terlalu rumit. Namun, melalui diskusi kelompok, tantangan itu bisa teratasi.
Ke depannya, saya ingin mengembangkan media yang lebih interaktif, seperti video gerakan wudhu atau kartu langkah wudhu untuk kegiatan bermain sambil belajar. Pengalaman ini memberikan wawasan baru tentang pentingnya kreativitas guru dalam menyampaikan materi Fikih, sehingga pembelajaran menjadi lebih hidup, menarik, dan mudah dipahami siswa.
Berwudhu merupakan salah satu bentuk pensucian diri yang sangat penting dalam ajaran Islam. Melalui wudhu, seorang Muslim tidak hanya membersihkan anggota tubuh tertentu, tetapi juga meluruskan niat untuk beribadah dengan hati yang tulus. Proses membasuh wajah, tangan, kepala, dan kaki menjadi simbol bahwa setiap bagian tubuh harus dijaga dari perbuatan yang tidak baik. Dengan memahami setiap tahapan wudhu, seseorang dapat menyadari bahwa ibadah bukan hanya soal gerakan fisik, tetapi penghayatan spiritual dan kedisiplinan dalam mematuhi perintah Allah.
Dalam pembelajaran, wudhu mengajarkan nilai kebersihan, ketaatan, dan kesabaran. Setiap langkah wudhu melatih seseorang untuk memperhatikan detail, mengikuti aturan yang sudah ditetapkan, dan menjaga kesucian diri sebelum melaksanakan salat. Nilai ini membentuk karakter bahwa ibadah perlu persiapan yang baik dan tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa. Dengan demikian, pembahasan tentang wudhu bukan hanya mengajarkan tata cara, tetapi juga membentuk sikap disiplin, rapi, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Refleksi yang lebih mendalam dari wudhu adalah kesadaran bahwa kebersihan fisik dan kebersihan hati saling berkaitan. Air yang digunakan untuk berwudhu menjadi simbol penyucian jiwa, membuat seorang Muslim lebih siap mendekatkan diri kepada Allah dan memperoleh ketenangan dalam beribadah. Pemahaman tentang hikmah wudhu juga mendorong seseorang untuk menjaga perilaku, ucapan, dan pikiran, karena mereka sadar bahwa wudhu bukan hanya membersihkan tubuh, tetapi juga memotivasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan demikian, wudhu menjadi langkah awal dalam membentuk akhlak mulia dan meningkatkan kualitas ibadah sehari-hari.
Nama: M. Ridho Al ghifari
NIM :794240018
Prodi : PGMI semester 3
https://drive.google.com/file/d/1nVDRj4eXes0tGL2OdG-45C6VHB3ToyIE/view?usp=drivesdk
gambar tersebut merefleksikan pentingnya menjaga kebersihan dan kesucian diri secara holistik (lahir dan batin) sebagai landasan untuk menjalankan ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Doa setelah wudhu (Asyhadu an la ilaha illallah...) adalah bentuk pengakuan keesaan Allah dan permohonan agar dijadikan hamba yang rajin bertaubat dan menyucikan diri. Ini memperkuat dimensi spiritual dan moral dari ibadah tersebut.
Nama : tuti asmarani
Prodi : PGMI SEMESTER 3
NIM : 794240039
https://drive.google.com/file/d/1x749moSOpxJfX2mZWfkNKgykmu8QE_Oi/view?usp=drivesdk
Poster ini adalah panduan visual yang mendidik dan menarik tentang Langkah-Langkah Wudhu Lengkap.
* Nilai Edukasi: Poster ini sangat efektif sebagai alat pengajaran, khususnya untuk anak-anak. Penggunaan ilustrasi kartun yang jelas dan berwarna serta urutan langkah yang sistematis (dari mencuci tangan hingga kaki) membuat tata cara Wudhu mudah dipahami dan diingat.
* Fokus Ritual: Kontennya berhasil menyoroti pentingnya kebersihan dan ritual spiritual (Wudhu) sebagai syarat sah sebelum melaksanakan salat.
* Keterangan: Meskipun terdapat beberapa kesalahan penulisan (typo) dalam bahasa Indonesia/Melayu pada keterangan langkah dan teks doa (misalnya, "Wajaj," "Kedda Tangan"), visualisasi tindakannya secara umum sudah benar dan mudah diikuti.
Secara keseluruhan, ini adalah materi visual yang baik untuk menanamkan pemahaman dasar tentang Wudhu pada usia dini.
NAMA: SRI RATNAWATI
NIM: 794240032
PRODI: PGMI semester 3
https://docs.google.com/presentation/d/1b89su0TabZ-5bfONBExy-edxvk8Gp-sY/edit?usp=drivesdk&ouid=101442487554418324341&rtpof=true&sd=true
pada poster ini menjelaskan bahwa
Rukun Iman adalah enam pedoman keyakinan yang wajib dipercaya oleh setiap umat Islam. Tanpa meyakini keenamnya, keimanan seorang muslim belum sempurna.
✨ Enam Rukun Iman:
1. Iman kepada Allah
Meyakini bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya.
2. Iman kepada Malaikat Allah
Percaya bahwa Allah menciptakan malaikat dari cahaya dan mereka selalu taat melaksanakan perintah-Nya.
3. Iman kepada Kitab-Kitab Allah
Mempercayai kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah sebagai petunjuk, seperti Al-Qur’an.
4. Iman kepada Rasul-Rasul Allah
Meyakini bahwa Allah mengutus para rasul untuk menyampaikan wahyu dan membimbing manusia.
5. Iman kepada Hari Akhir
Percaya akan adanya kehidupan setelah mati, hari kebangkitan, dan perhitungan amal manusia.
6. Iman kepada Qadha dan Qadar
Meyakini bahwa segala sesuatu sudah berada dalam ketentuan dan kehendak Allah.
📌 Tujuan Memahami Rukun Iman
Agar kita menjadi muslim yang lebih taat, yakin, dan selalu berbuat baik sesuai ajaran Islam.
Nama:suhaibatul islamia
Prodi:pgmi smester 3
Nim:794240034
https://drive.google.com/file/d/1x749moSOpxJfX2mZWfkNKgykmu8QE_Oi/view?usp=drivesdk
Langkah 1: Membasuh Kedua Tangan
Langkah 2: Berkumur & Memasukkan Air Ke Hidung (diulang dua kali secara visual)
Langkah 3: Membasuh Seluruh Wajah
Langkah 5: Mengusap Kepala
Langkah 6: Memusup Kedida Telenia (seharusnya Membasuh Kedua Telinga)
Langkah 7: Membasuh Kaki Hinnga Mata Kaki
Langkah 8: Menguap Sarua Kepala (seharusnya Mengusap Seluruh Kepala)
Langkah 2/4: Membasuh Kedda Tarma (seharusnya Membasuh Kedua Tangan sampai Siku - posisi visual ini seharusnya langkah 4, atau yang ditunjukkan adalah langkah 2 yang berulang)
Di bagian bawah terdapat Doa Selta Wudhu (seharusnya Doa Setelah Wudhu).
Kesimpulan: Ini adalah panduan visual yang ditujukan untuk anak-anak mengenai tata cara wudhu, meskipun ada beberapa kesalahan ketik dalam penomoran dan ejaan langkah-langkahnya (misalnya, langkah 2 diulang 2 kali, dan beberapa istilah seperti "Kedida Telenia" dan "Menguap Sarua Kepala" tidak umum/salah).
Nama : Tiara Angelina
NIM : 794240002
Prodi : PGMI
Semester : 3
https://drive.google.com/file/d/1x749moSOpxJfX2mZWfkNKgykmu8QE_Oi/view?usp=drivesdk
Secara keseluruhan, poster langkah-langkah wudhu ini merupakan media yang sangat menarik dan efektif untuk membantu anak-anak memahami tata cara wudhu. Ilustrasinya ramah, warnanya lembut, dan setiap langkah digambarkan dalam urutan yang mudah diikuti sehingga cocok dipajang di kelas, mushala sekolah, atau rumah. Namun demikian, poster ini masih memiliki beberapa kekurangan penting, terutama pada bagian penulisan yang kurang tepat, seperti banyaknya typo, pengulangan nomor langkah, dan penulisan doa setelah wudhu yang tidak sesuai. Kekeliruan ini dapat mengurangi ketepatan informasi yang disampaikan, terutama jika digunakan sebagai bahan ajar resmi. Dengan melakukan perbaikan pada ejaan, konsistensi langkah, dan penulisan doa yang benar, poster ini berpotensi menjadi sarana edukasi yang lebih akurat, menarik, dan bermanfaat bagi peserta didik dalam mempelajari ibadah wudhu dengan benar.
Nama: Marzuki
Nim: 794240021
https://drive.google.com/file/d/1x749moSOpxJfX2mZWfkNKgykmu8QE_Oi/view?usp=drivesdk
Pendapat saya
Kedua gambar tersebut sama-sama menampilkan tata cara wudhu untuk anak-anak, namun dengan gaya visual dan bahasa yang berbeda.
Gambar pertama menggunakan bahasa Indonesia dengan langkah-langkah sederhana seperti niat, mencuci tangan, membasuh wajah, mengusap kepala, hingga membaca doa. Ilustrasinya lebih modern dan mudah dipahami anak-anak yang baru belajar wudhu.
Gambar kedua memakai bahasa daerah (kemungkinan Melayu/Jambi) dan menjelaskan langkah wudhu dengan istilah lokal. Ini membantu anak-anak memahami wudhu dalam konteks budaya mereka sendiri. Gaya ilustrasinya juga lembut dan edukatif.
Secara umum, kedua gambar sangat bermanfaat sebagai media pembelajaran visual, karena:
Membuat anak lebih mudah mengikuti urutan wudhu.
Mengajarkan kedisiplinan dan ketertiban dalam ibadah.
Menanamkan pemahaman agama melalui metode yang menyenangkan.
Keduanya bisa digunakan sesuai kebutuhan: gambar pertama untuk pemahaman umum, gambar kedua untuk pembelajaran berbasis budaya lokal.
Nama: Zahra Indasah
Nim:794240047
https://drive.google.com/file/d/1x749moSOpxJfX2mZWfkNKgykmu8QE_Oi/view?usp=drivesdk
Menurut saya wudhu ada wudhu adalah syarat sah utama untuk melaksanakan shalat,dan pembersihan dosakecilyang dilakukan oleh anggota tubuh,pencerahan dan cahaya ada keyakinan pada hari kiamat.
NAMA : Misgus Rahayu Putri
NIM : 794240023
Izin Bpk. [ Dr. Zaenal Abidin, M.Pd.I ]. Perkenalkan, saya [ Misgus Rahayu Putri], NIM [ 794240023], mahasiswa [ PGMI ]. izin mengirimkan Tugas membuat Poster Tata Cara Wudhu.
Alasan memilih menggunakan poster:
Menurut Misgus Rahayu Putri: Saya memilih media pembelajaran dengan poster karena poster dengan materi wudhu/Taharah menarik ,mudah di pahami,mudah untuk di praktekan . Melalui gambar poster adanya warna agar menarik perhatian siswa/siswi agar dalam belajar nya lebih semangat dan cepat memahami nya ,dengan poster biaya hemat dan praktis.
https://drive.google.com/file/d/1XtbzegWzaqQ507fiNvMhrexxRgsVsqv4/view?usp=drivesdk
Nama : Sintia Sari
NIM : 794240031
Prodi : PGMI
Semester : 3 ( Tiga )
https://drive.google.com/file/d/1CstF244DOi6gSrlUJTXtM2PXBgvYblTq/view?usp=drivesdk
Alasan saya memilih media visual tradisional (Poster): Karena gambarnya jelas dan gampang dipahamin, jadi murid bisa liat langsung urutan langkah-langkah wudhu tanpa bingung. Media ini juga ngebantu banget buat ngingat tahapannya, soalnya semua langkah ditampilin secara runtut dan sederhana.
Selain itu, poster bisa diliat kapan saja. Murid bisa belajar sendiri tanpa harus menunggu guru jelasin ulang. Buat murid yang lebih suka belajar lewat gambar, poster jadi media yang cocok banget.
Penggunaannya juga praktis, tinggal cetak dan tempel di dinding kelas. Warna dan ilustrasinya bikin materi lebih nempel di ingetan murid. Poster juga enak dipake buat diskusi bareng, karena guru bisa nunjuk langsung bagian-bagian yang mau dijelasin.
Dengan ditempel di kelas, poster tentang wudhu juga bisa bikin suasana kelas jadi lebih religius dan edukatif.
Nama: Aulia nurrahma
Nim :794240009
Prodi :PGMI
Semester: 3
https://drive.google.com/file/d/1CstF244DOi6gSrlUJTXtM2PXBgvYblTq/view?usp=drivesdk
Tugas ini dibuat dengan metode poster kerena bisa
Meningkatkan kreativitas siswa
Dengan membuat poster, siswa dapat mengekspresikan ide dan pemahamannya secara visual, tidak hanya melalui tulisan, tetapi juga melalui desain dan ilustrasi.
Mempermudah pemahaman materi
Informasi yang ditampilkan dalam bentuk visual (gambar, grafik, warna) lebih mudah diingat dan dipahami dibandingkan teks panjang.
Melatih kemampuan berpikir kritis dan ringkas
Siswa harus memilih informasi yang penting dan menyusunnya secara singkat namun padat agar pesan poster mudah diterima.
Meningkatkan daya tarik pembelajaran
Metode poster membuat kegiatan belajar menjadi lebih menarik dan tidak monoton, sehingga mendorong partisipasi aktif siswa.
Posting Komentar