Kamis, Februari 04, 2021

Strategic


Perencanaan Strategi

Gambar Rencana Strategi
Perencanaan strategis adalah proses memutuskan program-program yang akan dilaksanakan oleh organisasi dan perkiraan jumlah sumber daya yang akan dialokasikan ke setiap program selama beberapa tahun ke depan.

Hubungan dengan Formulasi Strategi

Ditarik perbedaan antara dua proses manajemen, yaitu formulasi strategi dan perencanaan strategis. Karena “strategi” atau “strategis” digunakan dalam dua istilah, maka ada kemungkinan timbuk kemungkinan. Perbedaannya adalah bahwa formulasi strategi merupakan proses untuk memutuskan strategi baru, sementara perencanaan strategis merupakan proses untuk memutuskan bagaimana mengimplementasikan strategi tersebut. Dalam proses formulasi strategi, manajemen menentukan cita-cita organisasi dan menciptakan strategi-strategi utama untuk mencapai cita-cita tersebut. Proses perencanaan strategis kemudian mengambil cita-cita dan strategi yang telah ditentukan tersebut dan mengembangkan program-program yang akan melaksanakan strategi dan mencapai cita-cita tersebut secara efisien dan efektif. Keputusan oleh produsen barang-barang industrial untuk melakukan diversifikasi ke barang-barang konsumen merupakan formulasi strategi, suatu keputusan strategis, setelah mana sejumlah masaalah implementasi harus diselesaikan. Dokumen yang menjelaskan bagaimana keputusan strategis akan diimplementasikan adalah rencana strategis.

Evolusi dari Perencanaan Strategis

Lima puluh tahun yang lalu, proses perencanaan strategis di hampir semua organisasi adalah tidak sistematis. Beberapa perusahaan memulai sistem perencanaan strategis formal diakhir tahun 1950-an, tetapi hampir semua usaha-usaha awal tersebut merupakan kegagalan, karena merupakan adaptasi minor dari sistem pembuatan anggaran yang ada. Dengan berjalannya waktu, manajemen mengambil pelajaran dari pengalaman mereka, bahwa tujuannya adalah untuk mengambil pelajaran dari pengalaman mereka, bahwa tujuannya adalah untuk mengambil pilihan yang sulit di antara program-program alternative yang ada, dan bukan untuk mengekstrapolasi angka-angka serinci anggaran; waktu dan usaha sebaiknya ditujukan lebih banyak pada anaalisis dan diskusi informal, dan relatif lebih sedikit untuk pekerjaan-pekerjaan kertas; dan focus sebaiknya pada program itu sendiri dan bukannya pada pusat tanggung jawab yang melaksanakannya. Saat ini, banyak organisasi menghargai keunggulan dari pembuatan rencana untuk tiga atau lima tahun ke depan. Praktik menyatakan rencana tersebut dalam dokumen atau model formal adalah luas, tetapi bukan berarti diterima secara universal. Jumlah rincian umunya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan rencana strategis pada tahun 1950-an. Manfaat dan Keterbatasan dari Perencanaan Strategis. Proses perencanaan strategis dapat memberikan kepada organisasi:

1.      Kerangka Kerja untuk Pengembangan Anggaran

Manfaat penting dari pembuatan suatu rencana strategis adalah bahwa rencana tersebut memfasilitasi formulasi dari anggaran operasi yang efektif.

2.      Alat Pengembangan Manajemen

Perencanaan strategi formal adalah alat pendidikan dan pelatihan manajemen yang unggul dalam memperlengkapi para manajer dengan suatu pemikiran mengenai startegi dan implementasinya.

3.      Mekanisme untuk Memaksa Manajemen Memikirkan Jangka Panjang

Proses perencanaan strategis formal memaksa manajer untuk menyediakan waktu guna memikirkan masalah-masalah jangka panjang yang penting.

4.      Alat untuk Menyejajarkan Manajer dengan Strategi Korporat

Debat, diskusi, dan negosiasi yang terjadi selama prosess perencanaan mengklarifikasi strategi korporat, menyatukan dan menyejajarkan manajer dengan strategi semacam itu, dan mengungkapkan implikasi dan strategi korporat bagi manajer individual.

Keterbatasan

Ada beberapa kekurangan atau keterbatasan potensial dari perencanaan strategis formal. Pertama, selalu ada bahaya bahwa perencanaan berakhir menjadi “pengisisan formulir”, latihan birokrasi, tanpa pemikiran strategis. Bahaya yang kedua adalah bahwa organisasi mungkin menciptakan departemen perencanaan strategis yang besar dan mendelegasikan pembuatan rencana strategis kepada para staf dari departemen tersebut. Akhirnya, perencanaan strategis adalah proses yang memakan waktu dan mahal.

Struktur dan Isi Program

Hampir di semua organisasi industri, program adalah produk atau keluarga produk, ditambah riset danpengembangan, aktivitas-aktivitas umum dan administrative, akuisisi yang direncanakan, atau aktivitas-aktivitas penting lainnya yang tidak sesuai dengan lini produk yang ada saat ini. Rencana strategis biasanya mencakup periode lima tahun ke depan. Lima tahun adalah periode yang cukup panjang untuk mengestimasikan konsekuensi dari keputusan program yang dibuat saat ini. Jumlah dolar dari setiap program menunjukkan besaran kira-kira dari pendapatan, beban, dan pengeluaran modal. Karena jangka waktunya relatif panjang, hanya estimasi kasar yang memungkinkan. Estimasi-estimasi semacam itu adalah memuaskan sebagai dasar untuk mengindikasikan arah umum organisasi. Jika rencana strategis distrukturasi berdasarkan unit bisanis, “perjanjian”, yang menspesifikasi batasan-batasan dalam mana unit bisnis diharapkan untuk beroperasi, juga dinyatakan.

Hubungan Organisasional

Proses perencanaan strategiss melibatkan manajemen senior dan manajer dari unit isnis atau pusat tanggung jawab utama lainnya, dibantu oleh staf mereka. Tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki komunikasi antara eksekutif korporat dengan eksekutif unit bisnis dengan cara menyediakan rangkaian aktivitas terjadwal, melalui mana mereka dapat mencapai sekelompok tujuan dan rencana yang disetujui bersama. Manajer dari departemen-departemen individual biasanya tidak berpartisipasi dalam proses perencanaan strategis "Gaya Manajemen Puncak"; Perencanaan strategis adalah suatu proses manajemen, dan cara dengan mana proses tersebut dilaksanakan di suatu perusahaan sangat bergantung pada gaya dari CEO. Beberapa CEO memilih untuk mengambil keputusan tanpa manfaat dari alat perencanaan formal.

Menganalisis Program-program Baru yang Diusulkan

Ide-ide untuk program baru dapat berasal dari mana pun dalam organisasi: dari CEO, dari staf perencanaan kantor pusat, atau dari berbagai bagian organisasi yang beroperasi. Misalnya, dalam 3M Corporation, ide untuk notes “Post-it” berasal dari bawah organisasi, bukan merupakan inisiatif dari CEO. Beberapa unit merupakan sumber yang lebih mungkin dari ide-ide baru dibandingkan dengan unit-unit lain, karena alaan-alasan yang jelas. Organisasi riset dan pengembangan diharapkan menghasilkan ide-ide untuk produk atau proses baru, organisasi pemasaran diharapkan menghasilkan inovasi pemasaran, dan organisasi teknik produksi diharapkan menghasilkan peralatan dan metode produksi yang lebih baik.

Analisis Investasi Modal

Teknik-teknik untuk menganalisis usulan investasi modal berusaha untuk menemukan (a) niali sekarangbersih dari proyek tersebut,yaitu kelebihan nilai sekarang dari estimasi arus kas masuk terhadap jumlah investasi yang diperlukan , atau (b) tingkat pengembalian internal yang implisit berhubungan antara arus kas masuk dan keluar. Intinya adalah bahwa teknik-teknik ini digunakan hanya pada sekitar separuh situasi yang dimana, secara konseptual , teknik-teknik ini dapat diterapkan .

Aturan-Aturan

Suatu perusahaan umumnya memublikasikan aturan dan prosedur untuk persetujuan usulan pengeluaran modal dengan berbagai besaran. Usulan pengeluaran yang kecil dapat disetujui ditingkat manajer pabrik , bergantung pada total jumlah yang telah ditentukan dalam satu tahun , dan usulan yang lebih besar akan diteruskan ke manajer unit bisnis lalu ke CEO dan dalam kasus usulan yang paling penting kedewan direksi.

Menghindari Manipulasi

Para pengusul yang mengetahui bahwa proyek mereka dengan nilai sekarang bersih yang negatif kemungkinan besar tidak akan disetujui, bisa saja ‘‘nekat’’  bahwa royek tersebutt harus diambil.salah satu tugas yang paling sulit dari analisi proyek adalah mendeteksi manipuladi semacam itu. Reputasi dari pengusulan proyek dapat menjadi semacam pengaman analisi dapat lebih mengandalkan angka dari pegusul yang memiliki catatan rekor yang unggul.

Model

Selain model pembuatan anggaran  modal yang mendasar ada teknik-teknik spesialisasi, seperi resiko, analisis sensitivitas, simulasi, perencanaa skenario. Beberapa diantaranya dilebih-lebihkan ,tetapi yang lainnya bernilai praktis. Staf perencanaan sebaliknya mengenali teknik-teknik tersebut dan menggunakannya dalam situasi dimana data yang diperlukan.

Pengaturan Untuk Analisis

Satu tim mungkin mengevaluasi usulan yang sangat besar dan penting dan proses tersebut mungkin memerlukan waktu satu tahun atau lebih. Pekerjaan akhir-akhir ini dalam sistem pakar (expert sistem) yang merupakan bidang yang berkembang cepat, menggunakan software komputer dalam analisi usulan program baru. Komputer tersebut membuat tabulasi atas hasilnya dan mengungkapkan inkonsisten atau kesalah fahaman serta mempertanyakannya.       

Menganalisis Program-program Yang Sedang Berjalan

Dalam banyaknya cara menganalisis program-program yang sedang berjalan dengan teknik analitis yang dapat membantu dalam proses ini. Bagian ini menggambarkan analisi rantai nilai(value chain analiysis) dan perhitugan biaya berdasarkan aktivitas (activity-based costing).

Analisis Rantai Nilai

Dari perspektif perencanaan srtrategi, konsep rantai nilai menyoroti tiga bidang yang potensial berguna:

Hubungan dengan pemasok; Yaitu perusahahaan mengelola kepemasok namun pemasok mempunyai manfaat  sehingga mengurangi biaya, meningkatkan nilai atau keduanya.

Hubungan dengan pelanggan; Yaitu perusahaan dan pelanggan sama-sama menguntungkan  ini hamper sama dengan hubungan pemasok.

Hubunngan proses didalam rantai nilai dari perusahaan tersebut; Analisis rantai nilai secara ekspilisit mengakui fakta bahwa aktivitas nilai individual dalam suatu perusahaan tidaklah independen tetapi saling bergantung.

Dalam sebuah perusahan juga bekerja dengan arah kepeningkatan efisien dari setiap aktivitas didalam rantai tersebut melalui pemahaman yang lebih baik atas pemicu yang mengatur biaya dari setiap aktivitas. Efisien dari bagian dalam  yaitu bagian yang mendahului produksi. Ini dapat dikurangi dengan mengunakan computer sebagai pesanan secara otomatis dan membuat pemasok bertanggung jawab atas kualitas, yang mengurangi atau menghilangkan biaya inspeksi. Efisiensi dari bagian produksi  dapat ditingkatkan dengan meningkatkan otomasi, mungkin dengan robot atau mesin yang bias membantu pekerjaan sehingga ringan. Efisiensi dari bagian luar dari pintu pabrik kepelanggan. Yaitu mengunakan mempermudah pemesanan secara elektronik sehingga dapat mempermudah pelanggan dapat mendapatkan pesanan dari perusahaan.

Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas

Dalam hal ini memperhitungkan biaya yang dikluarkan oleh perusahann dan memperkecil perusahaan dalam mengeluarkan biaya biasanya dalam perusahaan menyatukan bidang produksi dengan penyimpanan sehingga memperkecil biaya tranportasi. Dan system ini disebut system perhitungan biaya berdasarkan aktivitas.

Proses Perencanaan Strategi

Dalam perusahaan yang beroperasi sesuai dengan tahun kalender, proses perencanaan strategiis dimulai pada musim semi dan diselesaikan pada musim gugur, tepat sebelum pembuatan anggaran tahun. Dalam hal ini melibatkan langkah-langkah seperti berikut ini:

Meninjau dan memperbaharui rencana strategi dari tahun lalu.

Dalam hal ini melihat dalam sebuah perusahaan yang mana disitu seperti apa strategi yang telah dilakukan dan diteruskan oleh memperbaharui strategi yang baru untuk menutupi strategi yang masih kurang maksimal dalam strategi yang sebelumnya.

b.      Memutuskan asumsi atau pedoman

Setelah strategi sudah diperbaharui oleh strategi yang baru maka diputuskan asumsi-asumsi yang luas seperti pertumbahan sebuah perusahaan.

c.       Iterasi pertama dari rencana strategi baru.

Rencana strategi yang telah selesai berisi laporan laba rugi, persediaan, piutang, dan pos pos kunci neraca lainnya.

d.      Analisis

Yaitu menganalisis sebuah perusahaan dalam menjalankan strategi yang mana sudah di perbaharui ingin mengetahui kesempatan yang baik bagi prusahaan.

e.       Iiterasi kedua dari rencana strategis.

Dalam rencana ini merevisi perusahaan dengan data yang didapat oleh analisis yang dilakukan oleh perusahaan.

f.       Tinjauan dan persetujuan akhir

Suatu pertemuan dengan pejabat-pejabat senior koporat umumnya mendiskusikan rencana yang direvisi secara panjang lebar. Rencana tersebut juga mungkin dipersentasikan pada suatu pertemuan dengan dewan direksi. CEO memberikan persetujuan akhir. Persetuan ini sebaiknya dilakukan sebelum awal dari proses pembuatan anggaran, karena rencan strategi merupakan input yang penting bagi suatu proses.

0 Comments: