Manajemen Kurikulum: Konsep, Prinsip, dan Fungsi Pengelolaan Kurikulum
Manajemen Kurikulum: Konsep, Prinsip, dan Fungsi Pengelolaan Kurikulum
1. Konsep Manajemen Kurikulum
a. Pengertian
Manajemen kurikulum adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi terhadap seluruh kegiatan kurikulum agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efisien (Sanjaya, 2019).
Kurikulum bukan hanya dokumen tertulis, tetapi juga rangkaian pengalaman belajar yang dirancang secara sadar untuk mengembangkan potensi peserta didik sesuai kebutuhan zaman (Ornstein & Hunkins, 2018).
Menurut Tilaar (2020):
“Manajemen kurikulum adalah bagian integral dari manajemen pendidikan yang berfungsi mengatur dan mengarahkan seluruh komponen pembelajaran untuk mencapai kompetensi lulusan secara terukur.”
b. Fokus Manajemen Kurikulum
-
Pengembangan dan pembaruan isi kurikulum.
-
Pengelolaan kegiatan belajar mengajar.
-
Koordinasi antar guru dan tenaga kependidikan.
-
Monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut hasil pembelajaran.
2. Prinsip-Prinsip Manajemen Kurikulum
Prinsip-prinsip ini menjadi landasan agar pengelolaan kurikulum berjalan efektif dan adaptif terhadap perubahan:
| Prinsip | Penjelasan |
|---|---|
| Relevansi | Kurikulum harus sesuai dengan kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan dunia kerja. |
| Fleksibilitas | Kurikulum perlu disesuaikan dengan kondisi sekolah dan perkembangan ilmu pengetahuan. |
| Keterpaduan | Seluruh komponen kurikulum (tujuan, isi, strategi, evaluasi) harus saling mendukung. |
| Efektivitas dan Efisiensi | Pelaksanaan kurikulum harus mencapai tujuan dengan sumber daya yang optimal. |
| Berorientasi pada Peserta Didik | Peserta didik menjadi pusat proses pembelajaran dan pengembangan kurikulum. |
| Kontekstual dan Dinamis | Kurikulum harus mampu menyesuaikan dengan perubahan sosial, budaya, dan teknologi. |
Menurut Mulyasa (2018):
“Manajemen kurikulum yang efektif harus berlandaskan prinsip relevansi, fleksibilitas, dan efisiensi untuk menjawab tantangan globalisasi pendidikan.”
3. Fungsi Pengelolaan Kurikulum
Fungsi manajemen kurikulum mencakup seluruh siklus kegiatan pendidikan, dari perencanaan hingga evaluasi.
| Fungsi | Deskripsi |
|---|---|
| 1. Perencanaan Kurikulum | Menetapkan visi, misi, tujuan, struktur, dan isi kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan standar nasional pendidikan. |
| 2. Pengorganisasian Kurikulum | Menentukan pembagian tugas guru, penjadwalan, dan pengelompokan mata pelajaran agar pelaksanaan berjalan terarah. |
| 3. Pelaksanaan Kurikulum | Mewujudkan rencana menjadi kegiatan pembelajaran nyata di kelas dan lingkungan sekolah. |
| 4. Pengawasan dan Evaluasi | Mengukur efektivitas pelaksanaan kurikulum dan menindaklanjuti hasil evaluasi untuk perbaikan berkelanjutan. |
Menurut Hamalik (2019):
“Fungsi utama manajemen kurikulum adalah mengintegrasikan seluruh unsur pendidikan agar tercipta keselarasan antara tujuan, isi, dan proses pembelajaran di satuan pendidikan.”
4. Manajemen Kurikulum dalam Konteks Pendidikan Modern
Di era digital, pengelolaan kurikulum tidak lagi bersifat statis, melainkan dinamis dan berbasis teknologi. Konsep curriculum management 4.0 menekankan pada:
-
Integrasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran.
-
Pendekatan berbasis kompetensi (competency-based curriculum).
-
Kolaborasi antara sekolah, masyarakat, dan dunia industri (link and match).
-
Pembelajaran yang adaptif terhadap perubahan global.
Menurut Rahmawati (2022):
“Manajemen kurikulum modern harus mengadopsi prinsip digitalisasi, fleksibilitas, dan inovasi untuk menyiapkan peserta didik menghadapi era revolusi industri 4.0.”
5. Kesimpulan
-
Manajemen kurikulum adalah proses menyeluruh dalam mengelola isi dan pelaksanaan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan.
-
Prinsipnya meliputi relevansi, fleksibilitas, keterpaduan, efektivitas, efisiensi, dan berorientasi pada peserta didik.
-
Fungsi utamanya: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi kurikulum.
-
Di era modern, manajemen kurikulum harus adaptif terhadap teknologi, globalisasi, dan kebutuhan kompetensi abad ke-21.
Referensi
-
Hamalik, O. (2019). Manajemen Kurikulum Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
-
Mulyasa, E. (2018). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
-
Ornstein, A. C., & Hunkins, F. P. (2018). Curriculum: Foundations, Principles, and Issues (8th ed.). Boston: Pearson Education.
-
Rahmawati, N. (2022). Manajemen kurikulum berbasis digital dalam pendidikan abad 21. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 10(1), 45–60.
-
Sanjaya, W. (2019). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.
-
Tilaar, H. A. R. (2020). Manajemen Pendidikan Nasional: Kajian Strategik Pendidikan di Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

50 Comments:
Catatan Temuan MBM MI Al-Hidayah
Aspek: Kemandirian (Autonomy)
1. Perencanaan Program Madrasah
Temuan: MI Al-Hidayah menyusun Rencana Kerja Madrasah (RKM) secara mandiri melalui
musyawarah internal antara kepala madrasah, guru, dan komite.
Penjelasan singkat: Hal ini menunjukkan madrasah memiliki kemandirian dalam menentukan
arah dan prioritas program sesuai kebutuhan sekolah, tanpa ketergantungan penuh pada pihak
luar.
2. Pengelolaan Pembiayaan
Temuan: Pengelolaan dana BOS dan sumbangan masyarakat dilakukan langsung oleh tim
manajemen madrasah dengan laporan keuangan terbuka setiap semester.
Penjelasan singkat: Transparansi dan akuntabilitas pembiayaan mencerminkan kemampuan
madrasah mengelola keuangan secara mandiri dan bertanggung jawab.
3. Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Temuan: MI Al-Hidayah secara mandiri mengatur pembagian tugas guru, termasuk jadwal
mengajar dan kegiatan ekstrakurikuler.
Penjelasan singkat: Pembagian tugas berbasis musyawarah menunjukkan kemampuan
manajerial madrasah dalam memanfaatkan tenaga pendidik sesuai kompetensi masingmasing.
4. Pengadaan dan Pemeliharaan Sarana Prasarana
Temuan: Madrasah bersama komite dan wali murid mengadakan kegiatan gotong royong
untuk memperbaiki ruang kelas dan fasilitas belajar.
Penjelasan singkat: Upaya ini memperlihatkan kemandirian dalam memelihara aset madrasah
serta mengoptimalkan partisipasi masyarakat tanpa bergantung pada bantuan pemerintah.
5. Pengembangan Program Unggulan
Temuan: MI Al-Hidayah memiliki program unggulan “Kelas Tahfidz” dan “Jumat Literasi”
yang dirancang dan dijalankan secara mandiri.
Penjelasan singkat: Inisiatif ini menunjukkan madrasah mampu berinovasi dalam
meningkatkan mutu peserta didik sesuai visi dan karakter lembaga.
6. Kemitraan dan Dukungan Masyarakat
Temuan: Madrasah menjalin kerja sama dengan tokoh masyarakat dan lembaga sekitar untuk
kegiatan sosial dan pendidikan.
Penjelasan singkat: Kemitraan ini memperkuat kemandirian madrasah dalam membangun
jejaring yang mendukung keberlangsungan program tanpa intervensi berlebih dari pihak luar.
Analisis MBM kemandirian MIN 1 Tanjung Jabung Timur
1. Kemandirian keuangan
Madrasah masih bergantung pada dana dari pemerintah pusat (Kemenag)
Catatan: belum ditemukan adanya sumber pendanaan mandiri seperti unit usaha sekolah atau sumbangan masyarakat secara terstruktur.
2. Kemandirian akademik
Terdapat program penguatan budaya baca dan pembelajaran aktif.
Catatan: belum terlihat pengembangan kurikulum lokal yang spesifik dan mandiri.
3. Kemandirian SDM
Guru mengikuti pelatihan dan aktif dalam rapat internal madrasah.
Catatan:
Belum jelas apakah ada program peningkatan kompetensi guru yang diinisiasi secara mandiri oleh madrasah.
4. Kemandirian dalam pengambilan keputusan
Madrasah sudah membuat keputusan internal seperti layanan online dan program kerja.
Catatan: masih berada dalam kerangka kebijakan dari Kemenag sehingga otonomi penuh belum sepenuhnya terealisasi.
5. Kemandirian operasional
Sudah menerapkan sistem digital seperti PPDB online PTSP online dan manajemen administrasi berbasis website.
Catatan: pengelolaan fasilitas dan sarana prasarana masih menggunakan dukungan pemerintah.
Kesimpulan
Madrasah ibtidaiyah negeri 1 Tanjung Jabung Timur sudah mulai menunjukkan kemandirian di beberapa aspek operasional dan manajerial, terutama dalam penggunaan teknologi dan program pembelajaran. namun, kemandirian penuh terutama dalam hal keuangan, kurikulum lokal dan pengambilan keputusan strategis masih perlu ditingkatkan
Analisis MBM kemandirian MI Nurul ilmi
1.Kemandirian dalam perencanaan program
MI Nurul Ilmi memiliki visi dan misi yang disusun oleh pihak madrasah bersama dewan guru dan komite sekolah. Dalam penyusunan program tahunan, madrasah memiliki kebebasan menentukan kegiatan sesuai kebutuhan dan potensi siswa, seperti program Tahfidz, literasi, dan kegiatan keagamaan.
Catatan : Hal ini menunjukkan bahwa madrasah sudah cukup mandiri dalam merencanakan program kerja.
2.Kemandirian dalam Pelaksanaan Kegiatan
Dalam pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar, MI Nurul Ilmi telah menerapkan kurikulum yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan lingkungan sekitar. Guru-guru juga diberi ruang untuk berinovasi dalam metode pembelajaran.
Catatan : Namun, beberapa kegiatan besar seperti lomba antar madrasah atau pelatihan guru masih sangat bergantung pada bantuan Kemenag dan komite madrasah. Artinya, kemandirian masih terbatas pada hal-hal tertentu.
3.Kemandirian dalam Pengelolaan Keuangan
Dari sisi keuangan, MI Nurul Ilmi sebagian besar sumber dananya berasal dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sumbangan sukarela orang tua siswa, dan kegiatan sosial masyarakat.
catatan:Walaupun sudah berupaya mencari sumber dana tambahan melalui kegiatan bazar atau donasi, madrasah belum sepenuhnya mandiri secara finansial, karena masih tergantung pada bantuan pemerintah.
4.Kemandirian dalam Pengambilan Keputusan
Kepala madrasah memiliki kewenangan penuh dalam mengambil keputusan strategis, seperti pengangkatan guru honorer, pengaturan jadwal pelajaran, dan kebijakan kedisiplinan siswa. Keputusan diambil berdasarkan musyawarah bersama guru dan komite sekolah.
Catatan: Hal ini mencerminkan bahwa MI Nurul Ilmi sudah mandiri dalam pengambilan keputusan internal.
Kesimpulan
Secara umum, MI Nurul Ilmi telah menunjukkan tingkat kemandirian yang baik dalam aspek manajerial dan akademik, terutama dalam pengambilan keputusan dan perencanaan program. Namun, dari segi keuangan dan fasilitas, madrasah masih perlu memperkuat sumber daya sendiri agar tidak terlalu bergantung pada bantuan luar.
Analisis MI Geragai Pandan Jaya Berdasarkan Prinsip MBM
1.analisis kemandirian
MI Geragai Pandan Jaya sudah cukup mandiri dalam mengatur kegiatan belajar mengajar, menyusun jadwal, dan menentukan program madrasah. Guru dan kepala madrasah mampu mengelola kegiatan internal tanpa harus selalu menunggu arahan dari kantor Kemenag.
Kesimpulan: Kemandirian sudah baik, tetapi perlu ditingkatkan dalam hal pengelolaan dana dan inovasi pembiayaan mandiri.
2.Analisis partisipasinya
Partisipasi warga sekolah dan masyarakat cukup tinggi. Orang tua siswa aktif ikut dalam kegiatan gotong royong, peringatan hari besar Islam, dan rapat komite sekolah. Guru dan staf juga aktif memberikan masukan dalam perencanaan kegiatan.
Kesimpulan: Prinsip partisipasi sudah berjalan dengan baik karena semua pihak terlibat aktif dalam pengembangan madrasah.
3.analisis Transparansi
MI Geragai Pandan Jaya berusaha terbuka dalam mengelola dana BOS dan bantuan lainnya. Informasi penggunaan dana diumumkan melalui papan pengumuman dan disampaikan dalam rapat wali murid.
Kesimpulan: Transparansi sudah cukup baik, tetapi perlu ditingkatkan dengan pelaporan yang lebih sistematis dan terdokumentasi.
4.analisis Akuntasbilitas
Setiap kegiatan dan penggunaan dana dipertanggungjawabkan melalui laporan tahunan kepada komite sekolah dan pihak Kemenag. Kepala madrasah juga rutin menyusun laporan evaluasi kegiatan belajar.
Kesimpulan: Sudah akuntabel karena ada mekanisme pelaporan dan pertanggungjawaban yang jelas.
5.analisis suslainability
Program unggulan seperti tahfidz, ekstrakurikuler pramuka, dan kegiatan keagamaan terus dijalankan secara rutin. Akan tetapi, keberlanjutan program kadang terkendala dana dan keterbatasan SDM.
Kesimpulan: Sudah ada upaya menjaga keberlanjutan, namun masih perlu perencanaan jangka panjang agar program tetap berjalan stabil.
Kesimpulan Umum
Secara keseluruhan, MI Geragai Pandan Jaya sudah menerapkan prinsip-prinsip MBM dengan cukup baik.
Prinsip partisipasi dan akuntabilitas berjalan sangat baik, sedangkan kemandirian dan transparansi masih perlu diperkuat agar madrasah semakin mandiri, terbuka, dan berkelanjutan.
CATATAN TEMUAN MBM
MADRASAH IBTIDAIYAH NURUL IMAN
*ASPEK PARTISIPASI ( PARTICIPATION )*
1. *Komite Madrasah*: Masyarakat, orang tua, dan guru dapat menjadi anggota komite madrasah ibtidaiyah nurul iman ,untuk membantu pengambilan keputusan dan pengelolaan madrasah.
Contoh :
* Masyarakat : Tokoh masyarakat setempat , pengusahaan , dan aktivitas sosial.
* Orang tua : perwakilan orang tua siswa
* Guru : kepala madrasah, guru senior, dan perwakilan guru.
2. *Rapat Orang Tua dan Guru*: Rapat orang tua dan guru dapat diadakan secara teratur untuk membahas kemajuan siswa dan isu-isu terkait pendidikan.
Contoh :
* Membahas kemajuan siswa
* Membahas isu' Terkait pendidikan
* Mengambil keputusan terkait kegiatan madrasah
3. *Kegiatan Ekstrakurikuler*: Masyarakat dan orang tua dapat dilibatkan dalam kegiatan ekstrakurikuler siswa, seperti olahraga, seni, dan kegiatan sosial.
Contoh :
* Olahraga : Masyarakat dapat pelatih atau wasit
* Seni : orang tua dapat menjadi pembimbing atau penilai
4. *Penggalangan Dana*: Masyarakat dan orang tua dapat dilibatkan dalam penggalangan dana untuk mendukung kegiatan madrasah.
Contoh :
* Masyarakat dan orang tua dapat membantu menggalang dana untuk kegiatan di madrasah ibtidaiyah nurul iman
* Mengadakan bazar , atau kegiatan lainnya
5. *Pengawasan dan Evaluasi*: Masyarakat dan orang tua dapat dilibatkan dalam pengawasan dan evaluasi kegiatan madrasah untuk memastikan kualitas pendidikan.
Dengan demikian, partisipasi masyarakat dan orang tua dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pengelolaan madrasah.
Analisis MBM Kemandirian MI Al-Kautsar Dendang
1.analisis kemandirian
Madrasah ini membangun unit usaha seperti koperasi, kantin, atau alat transportasi yang hasilnya digunakan untuk mendanai kegiatan ekstrakulikuler atau perbaikan fasilitas.
2.analisis partisipasi
Di madrasah ini guru secara aktif terlibat dalam menyusun rencana kerja tahunan madrasah, termasuk program kurikulum, kegiatan ekstrakulikuler, serta guru dapat memberikan pendapat terkait keputusan-keputusan strategis madrasah.
3.analisis transparansi
Disini sebelum menyusun rencana anggaran pendapatan dan belanja madrasah(RAPBM),madrasah mengadakan musyawarah dengan komite madrasah, perwakilan orang tua dan guru, yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan bersama.
4.analisis akuntabilitas
Disini guru dan tenaga pendidikan menandatangani perjanjian kinerja yang memuat target dan sasaran sesuai periode yang ditentukan, dan guru bertanggung jawab untuk melaporkan kemajuan belajar siswa kepada orang tuanya melalui raport disetiap semesternya.
5.analisis sustainability
Madrasah ini mengelola aset yang dimiliki seperti lahan atau bangunan secara produktif untuk menghasilkan pendapatan tambahan.
Analisis Kemandirian MAN 2 Tanjung Jabung Timur Berdasarkan MBM
Kemandirian dalam MBM adalah inti dari Manajemen Berbasis Madrasah (MBM), di mana keputusan dibuat di tingkat lokal (madrasah) untuk memenuhi kebutuhan unik stakeholder mereka.
1. Kemandirian Kurikulum (Pembelajaran dan Mutu Akademik)
• Indikator Positif Kemandirian:
Inovasi Pembelajaran: Adanya implementasi model pembelajaran inovatif seperti Project-Based Learning (PBL) untuk meningkatkan hasil belajar siswa (khususnya materi Sejarah Islam) menunjukkan adanya inisiatif dan kemandirian guru dan manajemen kurikulum dalam memilih metode yang paling efektif, bukan sekadar menunggu instruksi dari pusat.
Fokus Prestasi Lokal: Madrasah mampu menghasilkan prestasi siswa dan guru (misalnya, Juara I Lomba Konten Literasi dan Lomba Resensi Buku) yang mengindikasikan adanya program pengembangan diri yang spesifik dan mandiri di luar kurikulum standar.
• Implikasi MBM: Madrasah menunjukkan otonomi pedagogis yang baik, berfokus pada perbaikan berkelanjutan (Continuous Improvement) dalam proses belajar-mengajar.
2. Kemandirian Kepegawaian (Pengembangan SDM)
• Indikator Positif Kemandirian:
Kepemimpinan Transformasional: Jurnal menunjukkan bahwa Kepemimpinan di MAN 2 Tanjung Jabung Timur (dan madrasah sejenis di Jambi) menjalankan fungsi kepemimpinan transformasional, termasuk memberdayakan anggotanya dan mengembangkan budaya kerja yang baik. Ini adalah prasyarat kemandirian dalam MBM, di mana staf diberdayakan untuk mengambil keputusan mutu.
Partisipasi Program Nasional: Keterlibatan Kepala Madrasah dalam program Revitalisasi Madrasah menunjukkan kemauan untuk mengambil inisiatif dalam mengembangkan keahlian dan kapasitas kelembagaan secara mandiri.
• Implikasi MBM: Kemandirian SDM didukung oleh pemberdayaan internal dan komitmen pimpinan untuk mengembangkan kompetensi staf.
3. Kemandirian Keuangan dan Sarana Prasarana
• Indikator Potensi (Sistem):
Keberadaan Tim Manajemen Sarana dan Prasarana serta Komite Madrasah menunjukkan adanya struktur formal untuk mengelola sumber daya, yang merupakan bagian dari kemandirian manajemen.
• Tantangan Signifikan (Isu Kontra-MBM dan Kontra-Kemandirian):
Isu dugaan korupsi pada pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) merupakan pelanggaran fatal terhadap prinsip kemandirian. Kemandirian dalam MBM wajib diimbangi oleh Akuntabilitas dan Transparansi keuangan.
Dampak Buruk: Kasus korupsi menghilangkan unsur akuntabilitas dan etika dalam pengelolaan dana, yang pada gilirannya merusak kepercayaan masyarakat (mitra Komite Madrasah) dan menghambat kemandirian finansial di masa depan.
• Implikasi MBM: Dalam aspek keuangan, madrasah gagal memenuhi standar kemandirian MBM yang menuntut good governance. Kemandirian tanpa akuntabilitas hanya akan menjadi peluang penyalahgunaan wewenang.
4. Kemandirian Hubungan Masyarakat (Partisipasi Stakeholder)
• Indikator Positif Kemandirian:
Pelayanan Digital: Adanya PPDB Online dan PTSP Online (Pelayanan Terpadu Satu Pintu Online) adalah wujud kemandirian madrasah dalam menjangkau dan melayani publik secara efisien, sebuah komponen penting dari MBM yang berfokus pada pelanggan.
Keterlibatan Masyarakat: Keberadaan Komite Madrasah secara struktural menunjukkan adanya saluran resmi untuk partisipasi masyarakat dan stakeholder dalam pengelolaan madrasah.
• Implikasi MBM: Madrasah telah membangun saluran layanan yang mandiri dan modern. Namun, keberhasilan aspek ini bergantung pada seberapa baik manajemen mempertahankan kepercayaan publik setelah adanya isu integritas.
Kesimpulan: Kemandirian Terdorong dan Tertahan
Secara keseluruhan, MAN 2 Tanjung Jabung Timur menunjukkan kemandirian yang kuat dalam aspek Akademik/Kurikulum dan Layanan Publik (PTSP), yang sejalan dengan prinsip MBM Continuous Improvement dan Customer Focus.
Namun, upaya kemandirian ini terhambat secara kritis oleh kegagalan dalam prinsip Akuntabilitas dan Etika dalam pengelolaan keuangan, sebagaimana disorot oleh isu korupsi.
Prinsip MBM menyatakan: Otonomi (Kemandirian) tanpa Akuntabilitas adalah Anarki.
Nama : Tiara Wandari
Prodi : Pendidikan guru Madrasah Ibtidaiyah
Mata Kuliah : Manjamen Pendidikan
Dosen Pengampu : Dr. Zaenal Abidin, M.Pd.I
Hasil Anasilis Manajemen Berbasis Madrasah (MBM)
Di MI Islamiyah, Dusun Laucing
1.Kepemimpinan Kepala Madrasah
Kepala Madrasah punya peran besar dalam menjalankan MBM. Dari hasil pengamatan dan wawancara, kepala madrasah di MI ini sudah menunjukan gaya
kepemimpinan yang terbuka.
Setiap ada kebijakan baru atau program, semuanya di bahas bersama guru, dan juga orang tua siswa.
Di dalam hal perencanaan, Kepala Madrasah memimpin langsung penyusunan rencana kerja dan anggaran Madrasah dengan melibatkan semua pihak.
2.Partisipasi warga dan masyarakat
Pelaksanaan MBM itu intinya melibatkan semua pihak, baik yang ada di dalam madrasah (Guru, Staf, Siswa), maupun yang di luar seperti (Orang Tua, dan Masyarakat Sekitar). Guru aktif ikut musyawarah, bantu menyusun program kurikulum dan mengatur kegiatan siswa. Sekolah biasanya membuat komite karena cukup membantu untuk kebutuhan sekolah seperti perbaikan fasilitas dan kegiatan lainnya. Tetapi di Madrasah yang saya amati belum tersedia komite.
3.Kemandirian Madrasah
Menurut saya arah kemandirian nya sudah bagus. Mereka punya program seperti membaca surah - surah pendek setiap pagi dan muhadaroh. Cuma, dari sisi keuangan madrasah masih banyak bergantung pada dana bos dan donasi dari wali murid karena belum ada usaha tetap atau program ekonomi produktif yang bisa menambah kas madrasah.
4.Akuntabilitas dan Transparasi
Akuntabilitas artinya semua kegiatan di madrasah bisa dipertanggung jawabkan, baik akademik maupun non akademik.
Hasilnya, MI ini sudah punya sistem pelaporan yang lumayan rapi. Tapi ke kurangannya, laporan masih manual dan belum di simpan secara digital. Jadi, kalau mau melihat laporan lama sedikit susah. Selain itu juga beberapa guru belum terbiasa bikin laporan hasil belajar dengan format yang sama.
5.Pengelola Pembelajaran
Untuk kegiatan pembelajaran guru sudah berusaha mengaitkan pelajar dengan nilai - nilai islam seperti akhlak, disiplin dan tanggung jawab. Tapi, belum semua guru bisa bikin pelajaran yang menarik. Ada juga yang memakai metode seramah biasa.
6.Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan
Evaluasi jadi bagian penting dalam manajemen madrasah. Di MI, evaluasi di lakukan lewat rapat bulanan, dan penilaian hasil belajar tiap semester.
Hasil evaluasi ini dipakai untuk memperbaiki program ke depan, misalnya kelas tambahan seperti remedial.
Kesimpulan Umum
Secara keseluruhan, penerapan manajemen berbasis madrasah (MBM) di Mi ini sudah cukup berjalan baik. Madrasah sudah berusaha penrapkan prinsip kemandirian, partisipasi, akuntabilitas, dan peningkatan mutu. Tinggal diperbaiki supaya efektif dan bisa menjadi madrasah yang unggul.
Nama: Shella novita sari
Prodi: Pgmi
Mk: manajemen pendidikan
analisa madrasah mengenai MBM di madrasah nabatussalam
1.kemandirian
madrasah nabatussalam memiliki tujuan dan rancangan yang dibuat oleh guru dan staf madrasah untuk mengatur kegiatan belajar mengajar dan menentukan program madrasah
2.partisipasi
semua pihak seperti guru,komite sekolah maupun orang luar(orngtua siswa) dilibatan dalam pengambilan keputusan,dengan adanya musyawarah bersama berguna untuk membantu kegiatan madrasah.
3. Transparansi
proses pengelolaan anggaran dan kegiatan dilakukan secara terbuka
4. Akuntabilitas
madrasah nabatussalam bertanggung jawab memaparkan kemajuan belajar siswa kepada orangtua persemesternya.
5.keberlanjutan
meningkatkan daya saing madrasah melalui pengelolaan yang profesional dan efisien,serta menciptakan daya mutu yang terus diperbaiki
Nama: Witri Ardiyanti
Prodi: PGMI
Mata Kuliah: Manajemen Pendidikan
Dosen Pengampu: Dr. Zaenal Abidin, M.Pd. I
Hasil Analisis MBM di MI Islamiyah, Laucing
1. Kepemimpinan Kepala Madrasah
Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara, kepala madrasah di MI Islamiyah sudah cukup baik dalam memimpin dan melibatkan guru serta staf dalam setiap kegiatan. Setiap program biasanya dibicarakan bersama melalui rapat, jadi keputusan yang diambil bersifat musyawarah.
2. Partisipasi Warga Madrasah dan Masyarakat
Dari pengamatan saya, warga madrasah seperti guru, staf, dan siswa cukup aktif dan berpartisipasi dalam kegiatan madrasah. Partisipasi wali murid juga terlihat seperti ketika ada kegiatan gotong royong, wali murid juga ikut membantu. Tetapi menurut saya, partisipasi masyarakat sekitar madrasah masih perlu ditingkatkan.
3. Kemandirian Madrasah
Madrasah sudah mulai menunjukkan kemandirian dalam merencanakan dan melaksanakan program dan kegiatan. Ada beberapa kegiatan seperti muhadarah, pembacaan Asmaul Husna dan tadarus pendek setiap pagi, serta ibadah. Hal itu menunjukkan madrasah mampu mengembangkan potensi sendiri.
Tetapi dalam hal pendanaan, madrasah masih sangat bergantung pada dana BOS dan bantuan dari wali murid. Jadi apabila ada perbaikan fasilitas, terkadang madrasah masih meminta bantuan dana dari wali murid.
4. Akuntabilitas dan Transparansi
Dalam hal akuntabilitas, saya melihat bahwa madrasah sudah berusaha melaksanakan laporan keuangan dan kegiatan dengan cukup baik. Tetapi laporan tersebut tidak disampaikan langsung kepada wali murid, hanya kepada guru dan staf madrasah saja, dan laporan masih dibuat secara manual, belum menggunakan sistem digital. Hal itulah yang kadang membuat kesulitan untuk mencari laporan lama. Menurut saya, madrasah perlu belajar membuat administrasi yang lebih rapi, misalnya menggunakan aplikasi supaya lebih mudah dan transparan.
5. Pengelolaan Pembelajaran
Untuk kegiatan belajar mengajar, madrasah sudah menerapkan pembelajaran yang aktif berupa pada siswa seperti diskusi kelompok dan penggunaan media visual. Namun, tidak semua guru memiliki kemampuan yang sama dalam membuat pembelajaran kreatif. Masih ada yang mengajar dengan metode ceramah. Selain itu, keterbatasan alat pembelajaran seperti proyektor juga berpengaruh terhadap kegiatan belajar. Menurut saya, madrasah perlu mengadakan pelatihan untuk guru agar bisa lebih inovatif dan bisa memanfaatkan teknologi dalam mengajar.
6. Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan
Setiap akhir kegiatan, madrasah biasanya melakukan evaluasi melalui rapat bersama, terutama hasil belajar yang dievaluasi tiap semester. Hasil evaluasi ini dijadikan bahan perbaikan untuk program berikutnya.
Tapi menurut saya, evaluasi dari sisi peserta didik dan wali murid belum maksimal. Akan lebih baik kalau madrasah juga menampung saran dan pendapat dari siswa dan wali murid supaya program yang dibuat bisa sesuai dengan kebutuhan mereka.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, saya menilai bahwa pelaksanaan Manajemen Berbasis Madrasah (MBM) di Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Laucing sudah berjalan cukup baik. Semua pihak sudah berperan aktif dan bekerja sama untuk kemajuan madrasah. Hanya saja masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan seperti kemandirian finansial, penggunaan teknologi dalam pembelajaran dan administrasi, dan juga evaluasi yang lebih terbuka.
Nama : Siti Maisaroh
Prodi : PGMI
Dosen pengampu : Dr. Zaenal Abidin M. Pd. I
Mata kuliah : Manajemen Pendidikan Islam
Hasil menganalisis lembaga pendidikan islam dengan berdasarkan kepada prinsip manajemen berbasis madrasah (MBM) di MI swasta Hidayatul Muntadi'in, di Jl. Lintas muara sabak - jambi, desa pematang rahim, kecamatan mendahara ulu, kabupaten tanjung jabung timur, provinsi jambi. Dengan ini saya lampirkan :
1) kemandirian (autonomy)
Dalam prinsip kemandirian di bidang kurikulum pendidikan, madrasah mampu menyesuaikan kurikulum nasional dengan kebutuhan lokal dan nilai-nilai islam. Contohnya adanya penambahan pembelajaran tahfidz, bahasa Arab, dan ada nya tambahan pelajaran akhlakul mahmudah di luar kurikulum yang telah di tentukan oleh pemerintah.
2) Transparan (Transparancy)
Dalam prinsip transparan dibidang keuangan, madrasah mampu menerapkan keterbukaan dalam pengelolaan keuangan madrasah, sebagaimana kami ambil contohnya ketika adanya penggunaan dana BOS, infaq, dan sumbangan masyarakat di sampaikan secara terbuka oleh pihak madrasah
3) Partisipasi (participation)
Dalam prinsip partisipasi di bidang pengambilan keputusan, madrasah mulai mampu menggerakkan dan melibatkan orang tua wali dan masyarakat sekitar untuk berpartisipasi dalam kegiatan madrasah, baik melalui sumbangan tenaga, pikiran maupun dana, contohnya adanya penggalangan dana suka rela untuk perbaikan saran belajar atau kegiatan keagamaan, seperti adanya bantuan kursi dan alat perlengkapan belajar lain nya yang kurang memadahi dalam melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah.
4)Akuntabilitas (accountability)
Dalam prinsip akuntabilitas di bidang mengevaluasi, madrasah sudah mulai mampi dalam mengadakan evaluasi rutin untuk mengukur keberhasilan program yang telah di jalan kan oleh pihak madrasah, contohnya madrasah mengadakan evaluasi kepada sisiwa yang berhak mendapatkan pringkat atau yang berprestasi di dalam satu kelas, serta adanya penentuan juara umum pada setiap semester nya.
5) Keberlanjutan (sustainability)
Dalam prinsip keberlanjutan di bidang madrasah hijau, madrasah sudah menerapkan dan melakukan kegiatan penanaman pohon demi mewujudkan lingkungan yang asri, indah dan nyaman di lingkungan madrasah, yang mana hasil dari penanaman tersebut dapat ber manfaat dalam jangka panjang serta dapat membantu perkembangan suatu madrasah tersebut.
Kesimpulan
Berdasarkan analisis saya, dapat di simpul kan bahwa : madrasah telah berupaya menerapkan prinsip Manajemen Berbasis Madrasah (MBM) mulai dari kemandirian, partisipasi, akuntabilitas, transparan serta keberlanjutan dalam metode pelajaran, yang mana dengan ada nya dan di tetap kan manajemen ini dapat mengembangkan karakter peserta didik agar menjadi suatu pelajaran yang terdidik atau berdedikasi sebagai calon penerus bangsa yang berpegang teguh kepada bagaimana bermasyarakat dan menjalan kan sesuatu sesuai dengan keagamaan yang telah di ajar kan. Dan dengan ada nya kegiatan keagaaman dan sosial di masyarakat mampu membentuk karakter siswa yang peduli, relijius, dan berakhlak mulia, kerja sama antara madrasah orang tua, dan masyarakat, menjadi kunci utama mencapai keberhasilan di program ini, dengan terus menjaga dan mengembangkan kegiatan tersebut, madrasah menjadi pusat pembinaan karakter islam bagi generasi bangsa.
Analisis MBM kemandirian MIN 1 Tanjung jabung timur
1.kemandirian keuangan
Madrasah masih bergantung pada dana dari pemerintah pusat
(Kemenag)
Catatan: belum ditemukan adanya sumber pendanaan mandiri seperti unit usaha sekolah atau sumbangan masyarakat secara terstruktur
2.kemandirian akademik
Terdapat program penguatan budaya baca dan pembelajaran aktif
Catatan: jelas adanya praktek jual beli( seperti bazar) jelas adanya kerja sama dengan wali murid atau semuanya di lebat kan
3.kemandirian SDM
Guru mengikuti pelatihan dan aktif dalam rapat internal madrasah.
Catatan:Belum adanya atau di laksanakannya akutabel
4. Kemandirian dalam pengambilan keputusan
Madrasah mengambil keputusan membuat layanan internal seperti layanan online dan program kerja.
Catatan: masih dalam kerangka kebijakan dari kemanag sehingga otonomi penuh belum sepenuhnya terealisasi
5.kemandirian operasional
Sudah menerapkan sistem di vital seperti PPDB online PTSP online dan manajemen administrasi berbasis website
Catatan: pengelolaan fasilitas dan sarana prasarana masih menggunakan dukungan pemerintah.
Kesimpulan
Madrasah ibtidaiyah negeri 1 tanjung jabung timur sudah adanya menunjukkan kemandirian di beberapa aspek operasional dan manajerial b, terutama dalam penggunaan teknologi dan program pembelajaran, namun kemandirian penuh terutama dalam hal keuangan, kurikulum lokal dan pengambilan keputusan strategis masih perlu di tingkat kan dalam sekolah
(Participation) untuk Madrasah ibtidaiyah Nurul iman :
---
Aspek: Partisipasi (Participation)
Seluruh warga madrasah terlibat dalam pengambilan keputusan.
Temuan dan Penjelasan Singkat di Madrasah ibtidaiyah Nurul iman
1. Keterlibatan Guru dan Staf Madrasah
Guru dan tenaga kependidikan ikut aktif dalam penyusunan Rencana Kerja Madrasah (RKM) dan kegiatan tahunan. Setiap keputusan diambil melalui rapat bersama yang dilakukan secara berkala.
Penjelasan singkat: Hal ini menunjukkan bahwa madrasah menerapkan prinsip demokratis dan menghargai masukan dari seluruh pendidik.
2. Peran Komite Madrasah
Komite madrasah berperan penting dalam memberikan pertimbangan terhadap kebijakan madrasah, terutama dalam bidang pembiayaan, pengadaan sarana prasarana, dan kegiatan siswa.
Penjelasan singkat: Keterlibatan komite memperkuat hubungan antara madrasah dan masyarakat, serta membantu meningkatkan mutu layanan pendidikan.
3. Keterlibatan Orang Tua/Wali Murid
Orang tua dilibatkan melalui rapat wali murid, kegiatan keagamaan, dan dukungan terhadap program-program seperti kebersihan lingkungan dan kegiatan sosial.
Penjelasan singkat: Partisipasi orang tua membantu menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap perkembangan anak dan madrasah.
4. Partisipasi Siswa
Siswa berperan dalam kegiatan OSIM, upacara, lomba keagamaan, dan kegiatan ekstrakurikuler. Mereka juga dilibatkan dalam menjaga kebersihan serta ketertiban madrasah.
Penjelasan singkat: Melatih siswa untuk memiliki sikap kepemimpinan, tanggung jawab, dan rasa memiliki terhadap madrasah.
5. Keterbukaan Informasi dan Komunikasi
Madrasah menyampaikan informasi kegiatan, kebijakan, dan laporan keuangan secara terbuka melalui papan pengumuman, grup WhatsApp madrasah, dan rapat bersama.
Penjelasan singkat: Transparansi ini menumbuhkan kepercayaan dan meningkatkan partisipasi semua pihak dalam mendukung program madrasah.
---
Nama: Amelia Putri
Prodi :PGMI
SEMESTER: 1
ANALISIS LEMBAGA KEPENDIDIKAN MADRASAH IBTIDAIYAH DARUL AHLAK
STATUS: SWASTA
AKREDITASI:B
KONSEP PENGELOLAAN MADRASAH
-PARTISIPASI (PARTICIPATION)
Seluruh warga sekolah terlibat dalam pengambilan keputusan yang dilakukan dengan musyawarah mufakat,serta tidak ada tekanan dari pihak manapun
-KEMANDIRIAN MADRASAH IBTIDAIYAH DARUL AHLAK (STATUS SWASTA)
sebagai madrasah swasta pengelolaan dana nya akan mengikuti petunjuk teknis (juknis) umum yang ditetapkan oleh kementerian pendidikan untuk madrasah ibtidaiyah Darul Ahlak .Adapun sumber dana yang dikelola yakni dana bos,komite madrasah,serta beberapa sumber lain seperti sumbangan,hibah,dan pendapatan lainnya. Madrasah disini juga menggunakan prinsip pengelolaan yakni transparan, akuntabel, efektif,evisien dan fleksibel.
-TRANSPARANSI (TRANSPARANCY)
pengelolaan dana di mi ini dilakukan secara terbuka terhadap semua pihak serta tidak ada yang ditutup tutupi
-AKUNTABILITAS (ACCOUNTABILITYY)
mi Darul Ahlak memiliki tanggung jawab terhadap warga sekolah, masyarakat dan pemerintah.
-SUSTAINBILITY (KEBERLANJUTAN)
Keberlanjutan ini menggunakan dana dengan menyesuaikan kebutuhan madrasah dengan tetap mematuhi aturan demi membangun keberlanjutan dan kemajuan madrasah
Nama: khavifun nadiya
Prodi: PGMI semester satu
Tugas: menganalisis MBM di Madrasah ibtidaiyah Al-ishlah Kuala jambi
Adapun prinsip-prinsip yang harus dilakukan dalam menganalisis hal ini adalah:
1. Kemandirian (autonomy)
MI Al-ishlah tidak memiliki wewenang dalam perencanaan, karena pembiayaan sepenuhnya bergantung pada dana bos yang terkadang keluar 3 bulan sekali, maka dari itu jika terdapat iuran mengandalkan dari siswa dan siswi, serta dana bos yang dikeluarkan murni untuk menggajih guru yang mengajar dan untuk dana- dana yang lain diambil mandiri dari murid
B. Partisipasi (participation)
Dalam hal ini, pihak sekolah melibatkan warga tergantung keperluan yang terjadi seperti misalnya terjadi kesalah pahaman antara pihak sekolah dan warga, akan tetapi untuk MI Al-ishlah sendiri sangat jarang terlibat atau mengambil keputusan yang melibatkan warga, bukan karena tidak adanya sikap saling menghargai akan tetapi, Mi Al-ishlah sendiri berada pada lingkungan pondok pesantren yang dimana notebenenya warga sekitar sudah lebih tahu
3.Transparansi (transparancy)
Pengelolaan dilakukan secara terbuka dan transparan, tanpa sembunyi-sembunyi,biasanya hal ini disampaikan ketika akan ada dilaksanakannya rapat
4.akuntasibilitas (Accocintability)
Mi Al-ishlah sepenuhnya bertanggung jawab atas apa yang mungkin saja terjadi kedepannya, entah itu dari segi masalah maupun hal yang mendesak yang terjadi di masyarakat sekitar sekolah, untuk pemerintah sendiri MI Al-ishlah bertanggung jawab dan amanah
5. Sustainability (keberlanjutan)
mI Al-ishlah selalu mengedepankan peningkatan mutu yang berkelanjutan seperti halnya proses belajar dan mengajar yang harus rutin dilaksanakan setiap harinya, bukan hanya itu saja sikap dan moral peserta didik sangatlah penting selain untuk bekal mereka haruslah ada peningkatan dari segi prilaku yang mencerminkan luhur seorang murid.
Observasi Manajemen Kurikulum di Madrasah Ibtidaiyah Al Hidayah
Observasi menunjukkan bahwa manajemen kurikulum di MI Al Hidayah telah berjalan dengan baik secara umum, namun masih memiliki beberapa keterbatasan dalam inovasi, koordinasi, dan pemanfaatan teknologi.
1. Perencanaan Kurikulum
Kurikulum dirancang untuk mengintegrasikan pelajaran umum dan agama dengan tujuan membentuk karakter islami. Kepala sekolah melibatkan guru dalam penyusunan RPP melalui rapat rutin, namun metode pembelajaran masih didominasi ceramah dan hafalan. Koordinasi antar mata pelajaran kurang optimal, dan partisipasi siswa dalam perencanaan belum maksimal. Sekitar 80% RPP sesuai standar, tetapi hanya 40% mencakup penilaian formatif.
2. Implementasi Kurikulum
Pelaksanaan kurikulum dilakukan dengan komitmen tinggi terhadap nilai-nilai Islam. Guru aktif menanamkan nilai keagamaan melalui kegiatan rutin seperti sholat berjamaah dan hafalan doa. Metode pembelajaran aktif sudah diterapkan sebagian, namun keterbatasan fasilitas, beban kerja tinggi, dan absensi siswa menjadi kendala utama. Evaluasi pembelajaran masih belum konsisten di seluruh kelas.
3. Evaluasi dan Pengembangan
Evaluasi kurikulum dilakukan secara rutin melalui ujian dan rapor digital. Nilai akademik siswa relatif baik, terutama dalam bidang agama. Namun, evaluasi lebih menitikberatkan pada aspek kognitif daripada karakter dan moral. Pengembangan kurikulum masih minim karena kurangnya pelatihan guru dan keterlibatan orang tua.
4. Sumber Daya dan Dukungan
Madrasah memiliki dukungan anggaran yang cukup dari yayasan, rasio guru-siswa ideal, serta administrasi yang rapi. Namun, keterbatasan fasilitas fisik dan akses internet menghambat inovasi pembelajaran. Diperlukan peningkatan sarana teknologi dan dukungan dana tambahan untuk mengoptimalkan pelaksanaan kurikulum.
Kesimpulan:
Secara keseluruhan, manajemen kurikulum di MI Al Hidayah sudah berjalan baik dalam aspek religius dan administratif, tetapi perlu penguatan pada inovasi pembelajaran, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan pelatihan dan evaluasi holistik untuk mendukung kualitas pendidikan yang lebih menyeluruh.
Hasil Observasi dari manajemen kurikulum yang ada di MIN 1 TANJUNG JABUNG TIMUR
MIN 1 Tanjung Jabung Timur adalah madrasah ibtidaiyah negeri yang di naungi Kementerian Agama. Sekolah ini mengajarkan pelajaran umum dan agama, serta berusaha membentuk siswa yang cerdas dan berakhlak baik.
A. Pengelolaan Kurikulum
Kurikulum di madrasah ini mengikuti aturan dari Kementerian Agama, dan sudah menyesuaikan dengan Kurikulum Merdeka secara bertahap,dengan cara:
a. Setiap guru membuat rencana pembelajaran (RPP) sesuai mata pelajaran masing-masing.
b. Madrasah rutin mengadakan rapat guru untuk membahas kegiatan belajar, pembagian tugas, dan evaluasi hasil belajar siswa.
B. Cara Mengajar dan Kegiatan Belajar
a. Guru menggunakan cara belajar aktif dan menyenangkan, seperti diskusi, praktik langsung, dan kegiatan proyek kecil.
b. Pembelajaran agama juga dilakukan lewat pembiasaan sehari-hari, seperti salat berjamaah, membaca doa, dan kegiatan keagamaan.
c. Ada kegiatan tambahan seperti lomba, nonton edukatif, dan kegiatan literasi agar siswa tidak bosan dan lebih semangat belajar.
C. Hal yang Sudah Baik
a. Guru dan kepala madrasah kompak dalam mengatur kegiatan sekolah.
b. Sudah ada layanan digital, seperti pendaftaran siswa baru secara online.
c. Madrasah aktif dalam kegiatan pendidikan kabupaten, seperti pelatihan guru dan lomba antar sekolah.
D. Hal yang Perlu Diperbaiki
a. Fasilitas belajar masih perlu dilengkapi, seperti ruang kelas, perpustakaan, dan alat peraga belajar.
b.Data sekolah di situs resmi belum lengkap, sehingga perlu diperbarui agar lebih transparan.
c.Pelatihan guru perlu terus ditingkatkan supaya bisa menerapkan metode belajar modern dengan lebih baik.
Kesimpulan
Secara umum, manajemen kurikulum di MIN 1 Tanjung Jabung Timur sudah berjalan cukup baik.
Sekolah ini berusaha menggabungkan pendidikan umum dan nilai agama, serta mulai menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Namun, masih perlu peningkatan fasilitas, kemampuan guru, dan dokumentasi data agar pembelajaran bisa berjalan lebih maksimal.
NAMA: AMELIA PUTRI
PRODI:PGMI SEMESTER 1
MK: MANAJEMEN PENDIDIKAN
TUGAS: MENG OBSERVASI MANAJEMEN KURIKULUM DI MADRASAH IBTIDAIYAH DARUL AHLAK
IDENTITAS MADRASAH:
MI Darul Akhlak di Parit Culum I memiliki identitas lengkap: nama MI Darul Akhlak, dengan nomor pokok sekolah nasional (NPSN) 69956102, yang beralamat di Jln. WR. Supratman Keramas Rt. 13 Rw. 04, Desa/Kelurahan Parit Culum I, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Sekolah ini berstatus swasta.
Observasi kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Darul Ahlak dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa aspek berikut:
- *Struktur Kurikulum*: Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Darul Ahlak disusun berdasarkan KMA Nomor 450 Tahun 2024, yang mencakup mata pelajaran umum, mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab, serta kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil'alamin (P5RA).
- *Mata Pelajaran*: Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Darul Ahlak mencakup mata pelajaran seperti Al-Qur'an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, Bahasa Arab, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, serta Seni dan Budaya.
- *Alokasi Waktu*: Alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran dan kegiatan P5RA dapat dilihat pada struktur kurikulum yang telah disusun.
- *Muatan Lokal*: Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Darul Ahlak juga mencakup muatan lokal yang sesuai dengan kekhasan madrasah, tipologi madrasah, potensi, dan keunikan lokal.
- *Penguatan Program*: Madrasah Ibtidaiyah Darul Ahlak dapat memilih penguatan program yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik madrasah.
Berikut adalah kesimpulan observasi kurikulum MI Darul Ahlak:
*Kesimpulan*
Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kurikulum MI Darul Ahlak telah disusun dengan baik dan komprehensif, mencakup mata pelajaran umum, mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab, serta kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil'alamin (P5RA). Kurikulum ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan siswa dan meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah.
*Kekuatan*
- Kurikulum yang komprehensif dan terstruktur
- Mata pelajaran yang beragam dan relevan dengan kebutuhan siswa
- Adanya kegiatan P5RA untuk meningkatkan profil pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil'alamin
*Kekurangan*
- Perlu dilakukan evaluasi dan monitoring secara berkala untuk memastikan efektivitas kurikulum
- Perlu dilakukan peningkatan kemampuan guru dalam mengembangkan kurikulum dan metode pengajaran yang efektif
*Saran*
- Lakukan evaluasi dan monitoring secara berkala untuk memastikan efektivitas kurikulum
- Tingkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan kurikulum dan metode pengajaran yang efektif
- Lakukan peningkatan keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam proses pendidikan di madrasah.
Dengan demikian, kurikulum MI Darul Ahlak dapat terus ditingkatkan dan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan siswa dan meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah.
Nama: Gabrial Agil Erlangga
Tugas Manajemen Pendidikan
Dosen Pengampu: Dr. Zaenal Abidini, M.Pd.I
Identitas Madrasah
Nama Madrasah: MI AL-Kautsar
NPSN: 70026099
NSSS: 111215070026
Status: Swasta
Kepala Sekolah: Suri Margi Utami, M.Pd
Alamat: Jalan Depati Parbo RT.04 Dusun Tanjung Sari Desa Sidomukti Kec. Dendang, Kab. Tanjung Jabung Timur
Email: mialkautsar2020@gmail.com
A. Kemandirian (Independence)
Menurut yang saya analisis, Madrasah merancang dan menjalankan program kerja secara otonom namun tetap mengacu pada Visi-Misi Pendidikan yang disepakati bersama. Dalam pelaksanaannya, Madrasah melibatkan secara aktif masyarakat, orang tua siswa, serta yayasan melalui forum penting seperti komunikasi rutin dan kolaborasi dalam kegiatan sekolah.
B. Partisipasi (Participation)
Yang saya dapatkan dari poin ini, partisipasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kekuatan utama Madrasah dalam membangun lingkungan pendidikan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik. Setiap program disusun secara musyawarah, sehingga mencerminkan kepedulian dan aspirasi bersama.
C. Transparansi (Transparency)
Menurut penganalisisan saya, Madrasah senantiasa Menyampaikan laporan kerja secara terbuka melalui laporan berkala, rapat evaluasi, serta media komunikasi internal sekolah. Hal-hal ini dilakukan untuk menumbuhkan kepercayaan dan rasa memiliki dari semua pihak.
D. Akuntabilitas (Accountability)
Madrasah memiliki tanggung penuh atas tindakan, keputusan, dan kepada pihak yang hak untuk meminta pertanggung jawaban atas pengelolaan keuangan. Pengawasan internal, dan lain-lain. Semua ini bertujuan untuk mendapatkan kepercayaan dari kedua pihak baik dari pihak sekolah maupun pihak orang tua/wali.
E. Keberlanjutan (Sustainability)
Madrasah Ibtidaiyah Al-Kautsar membentuk kerja sama secara berkelanjutan dan beberapa lembaga sebagai bentuk kolaborasi diantaranya: Dukcapil, Polres, Puskesmas, dll. Semua ini bertujuan untuk bentuk kolaborasi strategis untuk mendukung pelaksanaan pendidikan yang holistik.
F. Kesimpulan
Madrasah Ibtidaiyah Al Kautsar menerapkan kemandirian dengan menjalankan program kerja secara otonom namun tetap selaras dengan visi-misi madrasah. Transparansi dan akuntabilitas madrasah digunakan untuk membangun kepercayaan semua pihak dan dengan kolaborasi madrasah mampu menjaga keberlanjutan program.
Nama : Ade Dwi Nurhandayani
Prodi : PGMI
MK : Manajemen pendidikan
Tugas : Analisis MBM di MIN 1 TANJUNG JABUNG TIMUR
Prinsip MBM yang harus dianalisis diantaranya adalah :
1. Kemandirian(autonomy) : dari analisis yang saya dapatkan adalah di MIN 1 Tanjung jabung timur sudah termasuk melaksanakan prinsip kemandirian berupa kegiatan yang bersifat program. Jika seperti bangunan atau kegiatan gotong royong tidak bisa dilibatkan kepada kemandirian karena itu dikerjakan oleh masyarakat dan bergotong-royong oleh pihak sekolah.
2. Partisipasi (participation): dari analisis yang saya dapatkan di MIN 1 Tanjung Jabung Timur sudah melaksanakan prinsip partisipasi berdasarkan kegiatan bergotong-royong membangun gedung aula yang dilibatkan kepada wali murid masyarakat maupun pihak sekolah untuk bergotong-royong. Dari kegiatan tersebut sudah termasuk melaksanakan prinsip partisipasi
3. Transparansi (Transparency): dari analisis yang saya dapatkan di Nusa tanggungjawab Timur sudah merasakan sistem operasi yang mencakup dalam komite wali murid dan masyarakat selalu bermusyawarah dalam suatu kegiatan.
4. Akuntabilitas (accountability): dari analisis yang saya dapatkan di media sosial juga agung Timur belum termasuk dalam prinsip akuntabilitas mengapa karena untuk Min termasuk masih sekolah tingkat dasar yang di mana masih tingkat anak-anak.
5. Sustainability(keberlanjutan) : dari analisis yang saya dapatkan demi satu Tanjung Jabung Timur ada kantin yang di mana kantin ada uang kebersihannya setiap minggu dan uang itu akan dikumpulkan untuk kegiatan sekolah seperti kegiatan wisuda hafiz Quran yang selalu mengundang bapak Kemenag, dan jika masih ada sisa dari kegiatan tersebut akan digunakan untuk study tour untuk menambah pengalaman dan wawasan baru bagi siswa guru maupun madrasah.
Nama: Nayatul isya Aminanti
Prodi: PGMI SEMESTER 1
MK : Manajemen pendidikan
Tugas: Menganalisis MBM MIN 1 Tanjung Jabung Timur
-Dari MBM yang harus diambil ada beberapa prinsip:
1. Kemandirian Autonomi
Dari analisis yang saya dapat, di MIN 1 Tanjung Jabung Timur itu memiliki kemandirian seperti program, kalau bangunan itu tidak bisa dimasukkan ke dalam prinsip kemandirian karena dilibatkan kepada wali murid untuk bergotong-royong. Itu bersifat program.
2. Partisipasi ( participation )
Adalah keterlibatan aktivitas berbagai pihak ( termasuk orang tua masyarakat guru dan siswa). Di MIN1 Tanjung Jabung Timur itu sudah melaksanakan prinsip ini, karena semua aspek itu dilibatkan kepada wali murid contohnya seperti bergotong-royong adanya aula pun itu bantuan dari wali murid dan masyarakat ini sudah termasuk ke dalam bekerjasama.
3. Transparansi ( Transparency )
Adalah keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan dan penyampaian informasi penting dan relevan kepada para pemangku kepentingan. Itu di MIN 1 sudah jelas,karena komite,wali murid,masyarakat sekitar,tokoh masyarakat. Yang intinya sudah termasuk ke dalam transparansi.
4. Akuntabilitas ( Accountability )
Berarti kewajiban untuk bertanggung jawab atas tindakan keputusan dan kinerja organisasi atau individu kepada pihak yang memiliki hak untuk meminta pertanggung jawaban. Untuk tingkat min itu sepertinya tidak sampai ke prinsip akuntabilitas. Yang intinya belum dilaksanakan akuntabilitas.
5. Sustainability ( keberlanjutan)
Berarti strategi sekolah untuk menyeimbangkan aspek lingkungan sosial dan ekonomi dalam operasionalnya. Tujuannya untuk menciptakan nilai jangka panjang.
Di MIN 1 setiap wisuda hafiz Quran selalu mengundang bapak Kemenag dan juga tetap bekerja sama dengan atasan melalui ekonomi.
Adanya kantin,dari kantin ada uang kebersihan uang itu bisa digunakan untuk study tour. Prinsip ini sudah dilaksanakan dan jika uang kebersihan itu sisa bisa digunakan untuk kegiatan anak karena dari anak kembali ke anak lagi.
Kesimpulan:
Apapun jenis kegiatannya atau bersifat umum,bersifat dana sekolah MIN 1 harus bekerja sama dengan wali murid tetapi tidak semuanya melibatkan wali murid.
Kalau dari segi apa saja baik itu kegiatan, dana,kebutuhan apapun jenisnya selalu transparansi dengan wali murid.
Setiap tahun pas di bulan Ramadan itu selalu mengadakan buka bersama,bagi-bagi takjil,itu melibatkan wali murid tetapi itu semua bukan untuk guru saja tetapi untuk semuanya.
Kalau untuk prinsip MBM MIN 1 Tanjung Jabung Timur itu adalah (kerjasama dan gotong royong )
Nama : Melodi
Prodi : PGMI
Mata pelajaran : Manajemen pendidikan
Dosen : Dr. Zaenal Abidin M. Pd. i
Hasil Observasi manajemen kurikulum di MI Nurul Ilmi
"MI Nurul Ilmi" adalah Madrasah Ibtidaiyah (sekolah dasar Islam) Nurul Ilmi, sebuah lembaga pendidikan dasar swasta yang berfokus pada pendidikan Islam.
1. Perencanaan Kurikulum
MI Nurul Ilmi memiliki rencana kerja tahunan (RKT) yang disusun oleh kepala madrasah bersama dewan guru. Perencanaan mencakup kegiatan akademik, kesiswaan, keuangan, dan pengembangan sarana prasarana. Setiap awal semester diadakan rapat untuk menetapkan program kerja dan pembagian tugas guru.
2. Pelaksanaan kurikulum
Pelaksanaan kegiatan di MI Nurul Ilmi berjalan dengan baik. Kepala madrasah memberikan pembagian tugas yang jelas kepada guru dan staf. Setiap guru memiliki tanggung jawab terhadap bidang masing-masing. Selain itu, kegiatan belajar mengajar berjalan sesuai jadwal, dan siswa aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, tahfidz, dan olahraga.
3. Pengawasan Kurikulum
Kepala madrasah melakukan supervisi kelas secara berkala untuk memantau proses pembelajaran. Selain itu, ada rapat evaluasi bulanan yang membahas kehadiran guru, kedisiplinan siswa, dan capaian akademik. Laporan hasil belajar siswa juga menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.
4. Evaluasi Kurikulum
Evaluasi dilakukan setiap akhir semester untuk menilai keberhasilan program yang telah dilaksanakan. Hasil evaluasi digunakan untuk memperbaiki rencana pada semester berikutnya. Evaluasi tidak hanya mencakup akademik, tetapi juga kedisiplinan dan karakter siswa.
E. Faktor Pendukung dan Penghambat
Faktor Pendukung:
• Kepemimpinan kepala madrasah yang terbuka dan komunikatif.
• Kerjasama yang baik antara guru, siswa, dan orang tua.
• Lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman.
Faktor Penghambat:
• Keterbatasan sarana prasarana belajar.
• Kurangnya pelatihan guru dalam penggunaan teknologi pembelajaran.
• Anggaran sekolah yang terbatas.
F. Kesimpulan
Secara umum, manajemen di MI Nurul Ilmi sudah berjalan cukup baik. Fungsi-fungsi manajemen telah diterapkan dengan terstruktur, meskipun masih terdapat beberapa kendala dalam hal sarana dan sumber daya. Dengan peningkatan dalam aspek perencanaan dan pengembangan profesional guru, MI Nurul Ilmi dapat lebih maju dan berkualitas.
G. Saran
• Perlu peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan workshop.
• Sekolah sebaiknya menjalin lebih banyak kerja sama dengan masyarakat atau lembaga lain untuk dukungan fasilitas.
• Perlu evaluasi rutin agar pelaksanaan program kerja lebih efektif.
Nama: Shella Novita Sari
Prodi: Pgmi
Mk: Manajemen pendidikan
hasil observasi manajemen kurikulum di SDN 52 rano
1.perencanaan kurikulum
Di SDN 52 Rano sudah menggunakan kurikulum merdeka dari kelas 1-6, perencanaan dilakukan melalui rapat kerja guru sebelum tahun ajaran baru dimulai,setiap guru menyusun modul ajar sesuai dengan karakteristik peserta didik.
2.pelaksanaan kurikulum
guru menggunakan metode bervariasi seperti diskusi,eksperimen sederhana dan pembelajaran diluar kelas,kegiatan ekstrakurikuler juga mendukung kurikulum,seperti pramuka, seni tari dan olahraga.
3.evaluasi kurikulum
evaluasi dilakukan melalui rapat evaluasi tengah dan akhir semester,hasil evaluasi digunakan untuk perbaikan rencana pembelajaran semester berikutnya.
4.kendala dalam pelaksanaan
waktu pelaksanaan p5 terkadang berbenturan dengan jadwal reguler, dan juga keterbatasan fasilitas seperti perangkat digital.
kesimpulan
manajemen kurikulum di SDN 52 Rano sudah dilaksanakan cukup baik, perencanaan dan pelaksanaan sudah mengacu pada prinsip kurikulum merdeka, diperlukan pelatihan lanjutan bagi guru serta dukungan sarana untuk mendukung pelaksanaan kurikulum secara optimal.
Analisis MBM SD IT Tanjung Jabung Timur
1. analisis Kemandirian
Ada, namun pengelolaannya di kelola secara mandiri oleh yayasan
siswa dapat membuat keputusan sederhana dalam proses belajar, namun siswa masih memerlukan bantuan guru
siswa dapat menyelesaikan tugas secara mandiri, namun siswa masih memerlukan bantuan guru.
Saran: meningkatkan kemampuan siswa dalam mengelola waktu dan sumber daya melalui pelatihan dan latihan
meningkatkan peran guru sebagai fasilitator dalam proses belajar
meningkatkan kesempatan siswa untuk membuat keputusan dalam proses belajar.
2. analisis Partisipasi
tidak karena keputusan itu di akhil oleh anggota yayasan
siswa aktif partisipasi dalam diskusi kelas, namun siswa masih pasif
siswa mengikuti kegiatan ekstrakulikuler secara teratur dan orang tua hadir dalam pertemuan orang tua dan guru.
saran: meningkatkan kesempatan siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakulikuler yang lebih beragam,
Meningkatkan peran guru sebagai fasilitator untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan mengajar.
3. analisis Tranparansi
terbuka untuk sesama anggota yayasan
informasi tentang kurikulum dan kegiatan sekolah tersedia secara jelas dan mudah di akses, sekolah transparan dalam mengelola keuangan, proses penilaian yang di lakukan oleh guru sudah transparan dan jelas
saran: meningkatkan ketersediaan informasi tentang keuangan yang lebih rinci dan mudah di akses
Memastikan bahwa proses penilaian yang di lakukan oleh guru sudah transparan dan jelas bagi siswa dan orang tua.
4.analisis Akuntabilitas
madrasah bertanggung jawab kepada masyarakat pemerintah
guru dan staf sekolah bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas nya, sekolah mengelola keuangan dengan baik dan transparan
saran: meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan lebih rinci dan mudah di akses, meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui pelatihan guru dan peningkatan sarana prasarana.
5.Sustainability
Iya, terutama untuk guru administrasi sekolah dan seluruh anggota yayasan akan terus berupaya mengikuti atau mengadakan pelatihan untuk menunjang pendidikan yang lebih baik
sekolah memiliki kebijakan lingkungan yang baik dan di laksanakan dengan efektif, sekolah memberikan pendidikan lingkungan hidup yang baik dan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya lingkungan.
Kesimpulan
kemandirian siswa di sekolah SD IT masih perlu di tingkatkan, terutama dalam kemampuan mengelola waktu dan sumber daya. namun siswa telah menunjukkan kemampuan yang baik dalam membuat keputusan dan menyelesaikan tugas secara mandiri.
partisipasi siswa dan orang tua di sekolah SD IT masih perlu di tingkatkan,terutama dalam kegiatan ekstrakulikuler dan kehadiran orang tua dalam kegiatan sekolah. namun, siswa telahenunjukkan partisipasi yang baik dalam kegiatan belajar mengajar.
transparansi di sekolah SD IT sudah cukup baik, namunasij perlu di tingkatkan dalam jal keterbukaan keuangan dan ketersediaan informasi yang lebih jelas dan mudah di akses.
akuntabilitas SD IT cukup baik, namun masih perlu di tingkatkan dalam beberapa aspek, seperti pengelolaan keuangan yang lebih transparan dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.
sustainability SD IT sudah cukup baik, namun masih perlu di tingkatkan lagi dalam beberapa aspek, seperti penggunaan sumber daya yang lebih efisien dan peningkatan kesadaran lingkungan siswa.
Nama: Witri Ardiyanti
Prodi: PGMI
Mata Kuliah: Manajemen Pendidikan
Dosen Pengampu: Dr. Zaenal Abidin, M. Pd. I
Hasil Observasi Kurikulum di MI Islamiyah, Laucing
Pada saat saya melakukan observasi di Madrasah Ibtidaiyah, Laucing, saya melihat bahwa pelaksanaan kurikulumnya sudah berjalan cukup baik. Setiap guru sudah punya perencanaan pembelajaran yang rapi, seperti RPP, dan modul ajar. Madrasah juga sudah memiliki dokumen kurikulum yang lengkap, mulai dari visi dan misi sekolah sampai dengan kalender pendidikan.
Dalam pelaksanaan pembelajarannya, guru-guru terlihat aktif dan kreatif. Mereka menggunakan berbagai cara supaya siswa tidak bosan belajar, misalnya dengan berdiskusi, kerja kelompok, atau membuat proyek sederhana. Saya juga melihat bahwa pembelajaran di MI ini tidak hanya fokus pada pelajaran umum, tapi juga dihubungkan dengan nilai-nilai agama Islam, seperti akhlak dan keimanan.
Selain itu, guru juga menggunakan berbagai alat bantu seperti video pembelajaran, gambar, dan benda-benda nyata di sekitar sekolah agar anak-anak lebih mudah memahami pelajaran. Suasana kelas terlihat menyenangkan dan siswa cukup antusias mengikuti kegiatan belajar.
Untuk penilaiannya, guru tidak hanya menilai dari ujian tertulis, tapi juga dari sikap, keaktifan, dan hasil karya siswa. Setiap anak diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan masing-masing. Hasil penilaiannya juga digunakan untuk memperbaiki cara mengajar guru dan membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar.
Saya juga memperhatikan bahwa madrasah ini punya banyak kegiatan pendukung kurikulum seperti pramuka, tahfidz, muhadaroh, dan olahraga. Selain itu, setiap pagi siswa dibiasakan untuk membaca surah pendek dan Asmaul Husna. Hal ini membuat suasana madrasah terasa sangat religius dan mendukung pembentukan karakter yang baik.
Dari hasil observasi saya, bisa saya simpulkan bahwa pelaksanaan kurikulum di MI Islamiyah sudah berjalan dengan baik. Guru-guru sudah berusaha menerapkan kurikulum yang berpusat pada siswa dan menanamkan nilai-nilai keislaman. Hanya saja masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, seperti kemampuan guru dalam membuat modul ajar dan penggunaan teknologi dalam pembelajaran.
Secara keseluruhan, saya merasa pelaksanaan kurikulum di madrasah ini sudah sangat baik dan bisa menjadi contoh bagi sekolah lain.
Nama : Siti Maisaroh
Prodi : PGMI
Dosen Pengampu : Dr. Zaenal Abidin M.pd. I
Mata Kuliah : Manajemen Pendidikan Islam
Tugas : Observasi manajemen kurikulum lembaga pendidikan islam di madrasah ibtidaiyah
Manajemen kurikulum suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi terhadap seluruh kegiatan kurikulum agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efisien.
Dalam observasi yang saya lakukan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Hidayatul Muntadiin,Desa Pematang rahim,kecamatan mendahara ulu, kabupaten tanjung jabung timur,provinsi jambi,dapat di lampiran sebagai berikut :
A. Dalam aspek perencanaan (planning), madrasah telah menyusun proses perencanaan kegiatan madrasah setiap tahunnya, demi menumbuhkan perkembangan peserta didik, sebagaimana contohnya:
- Lembaga Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah terus meningkatkan kedisiplinan dan akhlakul karimah siswa melalui kegiatan keagamaan rutin di setiap harinya, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh tenaga pendidikan, seperti baik dari segi pakaian, atribut, waktu, serta kegiatan lainnya dan lain sebagainya.
B. Aspek Pengorganisasian (Organizing)
Madrasah mengadakan koordinasi antara guru PAI dengan guru umum dalam pembentukan karakter siswa, sebagaimana contohnya: Pada hari Jum’at pagi, guru PAI memimpin do’a ,pembacaan yasin dan ceramah singkat,dan guru umum membimbing siswa dalam kegiatan kebersihan lingkungan.
C. Aspek Pelaksanaan.
Madrasah menerapkan kedisiplinan dan pembiasaan ibadah di madrasah seperti adanya pembacaan ayat-ayat surat pendek pada saat hendak pulang. Pengevaluasian mata pelajaran di akhir kegiatan belajar mengajar.
D. Aspek Pengevaluasian.
Madrasah selalu berusaha mengevaluasi hasil belajar siswa, baik dari segi akademik nya, maupun non-akademis/akhlaknya, di madrasah dalam aspek ini dilakukan dengan cara menilai karakter siswa dengan nilai kesehariannya.
E. Aspek Partisipasi dan hubungan masyarakat.
Kepala komite madrasah mendukung kegiatan keislaman sebagaimana kepala madrasah memiliki tanggung jawab yang penuh,menjadi jembatan komunikasi antara pihak sekolah, masyarakat dan tokoh di luar madrasah, seperti mengadakannya Peringatan hari besar Islam seperti Isra’ Mi’raj di madrasah yang dilakukan di madrasah, dengan mengundang tokoh Islam sebagai penceramah, dan partisipasi dari masyarakat dalam segi makanan dan konsumsi lainnya.
Kesimpulannya: Sesuai dengan pengertian manajemen kurikulum yang menetapkan visi, misi, dan tujuan kurikulum, dalam suatu lembaga pendidikan Islam terkhusus di Madrasah Ibtidaiyah yang saya observasi, saya dapat menyatakan bahwa madrasah telah mencerminkan nilai-nilai Islam sesuai dengan visi-misinya yang telah di tetapkan oleh madrasah, sebagaimana contohnya: adanya pembelajaran praktek sholat, pembacaan ayat-ayat pendek, pembacaan asmaul husna yang telah di tentukan pada hari tertentu sebagaimana yang telah di jadwalkan, serta adanya rutinitas pembacaan yasin setiap pagi Jum’at, serta adanya pengevaluasian pelajaran yang telah di ajarkan pada tentang materi pada hari itu, jadi dapat saya simpulkan bahwa, manajemen kurikulum di suatu lembaga pendidikan Islam terutama di madrasah ibtidaiyah sangat di perlukan dalam proses belajar mengajar agar tercipta nya belajar dan mengajar yang efektif dan efisien, sehingga dapat mempermudah siswa dalam memahami serta mengembangkan diri nya di madrasah tersebut dengan berdasarkan nilai islam dan tak luput juga dengan pembelajaran umum.
1.) evaluasi program secara berkala
(MADRASAH MI NURUL IMAN) evaluasi kegiatan pembelajaran setiap semester untuk memulai efektifitas program dan merancang parbaikan di tahun berikutnya.
PENJELASAN: evaluasi rutin menunjukkan adanya upaya menjaga mutu berkelanjutan sesuai prinsip sustainabilyty.
2.) palatihan guru berkelanjutan.
guru guru (MI NURUL IMAN) secara rutin mengikuti latihan peningkatan kompetensi,baik yang di adakan oleh kemenag maupun pihak eksternal.
PENJELASAN : kegiatan ini memastikan kemampuan guru terus berkembang dan mendukung peningkatan mutu pembelajaran jangka panjang.
3.) pemeliharaan dan pengembangan sarana-prasarana.
(MI NURUL IMAN) Memperbaiki fasilitas lama sekaligus menambah ruang belajar baru sesuai kebutuhan peserta didik.
PENJELASAN : pengelolaan sarana-prasarana yang berkelanjutan mendukung kenyamanan dan mutu MADRASAh.
4.) kegiatan inofativ siswa (MI NURUL Iman) di libatkan dalam kegiatan ekstrakurikuler dan lomba akademik secara konsisten setiap tahun.
PENJELASAN: inovasi dan partisivasi siswa menjadi bagian dari upaya menjaga semangat belajar dan prestasi berkelanjutan.
5.) penguatan kemitraan dengan masyarakat MADRASAh (MI NURUL IMAN) menjalin kerja sama dengan komite sekolah dan masyarakat dalam mendukung kegiatan pendidikan dan sosial.
PENJELASAN:kolaborasi ini memperkuat berkelanjutan program MADRASAh melalui dukungan sumber daya eksternal.
NAMA: NAYATUL ISYA AMINANTI
PRODI: PGMI SEMESTER 1
TUGAS : MANAJEMEN KURIKULUM DALAM MENGOBSERVASI SDN 45/X BANDAR JAYA
Dari observasi yang saya dapat,di SDN 45/X bandar jaya itu sudah melaksanakan manajemen kurikulum, sekarang kan kurikulum merdeka,sekarang sudah ada lagi pembelajaran deep learning yaitu pembelajaran mendalam, dimana kurikulum merdeka itu selalu melakukan revisi atau perbaikan setiap mana ada yang kurang. Kalau di SD 45 ini semuanya sudah melaksanakan, jam masuk nya sudah,adanya kegiatan inti kurikuler,ko kulikuler, dan ekstrakurikuler semua berjalan dengan baik dan lancar.
Jadi SD 45 ini sudah menjalankan dan melaksanakan kurikulum.
Ada juga ciri-ciri kegiatannya:
1.Intra Kulikuler
Intra itu kegiatan pembelajaran yang terlaksana di jam pelajaran, seperti bidang studi semua yang ada di mapel Pancasila.
2.Ko Kulikuler
Diko kulikuler itu ada 7 kebiasaan anak sehat seperti senam pagi,ada juga setiap hari jum'at mengadakannya yasinan bersama.
3.Ekstrakurikuler
Di dalam kegiatan ini ada kegiatan pramuka,drumband dan olahraga.
Di SDN 45 itu untuk kurikulum merdekanya sudah semua dari kelas 1 sampai kelas 6.
Dari ketiga kegiatan tadi itu sudah berjalan dengan baik,untuk prestasi SD 45 ini sudah banyak baik itu dalam akademik olahraga dan seni musik.
Dari 6 prinsip manajemen kurikulum SDN 45 ini sudah melaksanakan semuanya dari:
1.Relevansi
SD 45 itu harus relevan harus melihat juga keadaan anak dan keadaan lingkungan dan selalu mengawasinya.
2.Fleksibilitas
Dalam fleksibilitas juga sudah terlaksana,di dalam mengajar itu tidak terpatok dalam satu apa saja tetapi mencari informasi yang terbaru menggunakan teknologi yang terbaik, SD 45 juga sudah sering menggunakan infocus dalam mengajar.
3.Keterpaduan
Dalam keterpaduan juga jelas sekali melaksanakannya dan jelas untuk semuanya mendukung.
4.Efektivitas dan Efisiensi
Dalam prinsip ini berasal dari sumber daya melalui guru-guru, kalau guru semuanya sudah sesuai dengan bidangnya masing-masing dan statusnya semua adalah guru SD.
5.Berorientasi Pada Peserta Didik
Dalam prinsip ini juga sangat sekali harus, karena guru SDN 45 itu harus
melihat kemampuan peserta didik atau karakternya.
6.Kontekstual dan Dinamis
Di prinsip ini juga harus melihat perkembangan lingkungan sekolah, dan ini sudah terlaksanakan.
Kesimpulannya:
SDN 45/X bandar jaya itu sudah melaksanakan manajemen kurikulum baik itu secara efektif dan efisien, juga sudah melaksanakan semua prinsip manajemen kurikulum. Sekolahnya pun sudah disiplin guru datang tepat waktu,siswanya juga datang tepat waktu. Semua kegiatan pembelajaran pun terlaksana dengan baik.
Hari Senin upacara Selasa,Rabu,Kamis,Sabtu kegiatan senam pagi, dan di hari Jum'at nya ada kegiatan yasinan bersama.
Jadi semua kegiatan sudah terlaksana dengan baik.
NAMA: RAHMA EKA SEFTIYA
PRODI: PGMI SEMESTER 1
TUGAS: MANAJEMEN KURIKULUM DALAM MENGOBSERVASI SD IT ISLAM TERPADU
SD IT Sudah memanajemen kurikulum caranya:
- membuat perangkat pembelajaran mengacu pada kurikulum merdeka seperti : RPP,prota,prosem
buktinya dengan melihat file yang ada
- Perencanaan kurikulum dasar kurikulum yang digunakan adalah kurikulum merdeka, keterlibatan kepala sekolah guru dan yayasan dalam perencanaan, integrasi muatan lokal dan nilai karakter misal nilai-nilai Islam.
- Pelaksanaan kurikulum metode pembelajaran yang di gunakan,Pengelolaan jadwal dan pembagian tugas guru, kegiatan intrakulikuler dan ekstrakulikuler, integrasi Kegiatan keagamaan dan pembiasaan karakter.
- Evaluasi kurikulum
sistem penilaian ( kognitif,afektif, psikomotor,spiritual ), cara sekolah melakukan monitoring dan refleksi hasil belajar, tindak lanjut dari hasil evaluasi.
kesimpulan kurikulum merdeka kami padu kan dengan pendidikan karakter Islam dan penanaman nilai-nilai Islam pada peserta didik.
Manajemen Berbasis Madrasah (MBM) dalam Meningkatkan Kemandirian di Madrasah Al Huda
Kemandirian dalam Perencanaan
Madrasah Al Huda menunjukkan kemandirian dalam perencanaan program pendidikan dengan menyusun Rencana Kerja Madrasah (RKM) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM) secara internal.
Guru, tenaga kependidikan, serta komite madrasah dilibatkan dalam menentukan arah kebijakan madrasah tanpa terlalu bergantung pada pihak luar.
Hal ini mencerminkan kemampuan madrasah dalam mengidentifikasi kebutuhan dan menetapkan prioritas program berdasarkan kondisi riil.
---
Kemandirian dalam Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, guru diberi kebebasan berinovasi untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakteristik siswa.
Madrasah juga mampu mengatur jadwal kegiatan keagamaan, ekstrakurikuler, serta pengembangan karakter tanpa intervensi dari pihak luar.
Kemandirian ini menjadikan madrasah lebih fleksibel dan kreatif dalam menghadapi perubahan lingkungan pendidikan.
---
Kemandirian dalam Pengelolaan Keuangan
Madrasah Al Huda berupaya mandiri dalam mengelola keuangan melalui partisipasi masyarakat dan komite madrasah.
Selain dana bantuan dari pemerintah, madrasah mampu mengoptimalkan sumber daya lokal, seperti penggalangan dana sukarela dari wali murid dan kerja sama dengan masyarakat sekitar.
Dana tersebut digunakan secara transparan untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan pembangunan sarana prasarana.
---
Kemandirian dalam Pengambilan Keputusan
Kepala madrasah berperan sebagai pemimpin yang demokratis dan terbuka.
Setiap keputusan penting, seperti perekrutan guru, penentuan kegiatan akademik, atau pengelolaan fasilitas, dilakukan melalui musyawarah bersama dewan guru dan komite madrasah.
Dengan demikian, keputusan yang diambil merupakan hasil kesepakatan bersama yang mencerminkan tanggung jawab kolektif.
---
Kemandirian dalam Evaluasi dan Pengawasan
Madrasah Al Huda juga melakukan evaluasi secara mandiri dengan melibatkan guru, siswa, dan komite untuk menilai keberhasilan program.
Hasil evaluasi dijadikan dasar untuk melakukan perbaikan dan pengembangan lebih lanjut tanpa harus menunggu arahan dari pihak eksternal
NAMA : ADE DWI NURHANDAYANI
PRODI : PGMI
MK : MANAJEMEN PENDIDIKAN
TUGAS :MANAJEMEN KURIKULUM MENGOBSERVASI SDN 45/X BANDAR JAYA
Dari observasi yang saya dapatkan di SDN 45/X Bandar jaya itu sudah melaksanakan. Di zaman kurikulum merdeka ini sudah ada media pembelajaran di deed learning yaitu pembelajaran yang bersifat mendalam,yang di mana kurikulum merdeka selalu melakukan revisi atau perbaikan setiap ada yang kurang supaya lebih maju untuk kedepannya. Dan di SDN 45 ini sudah termasuk disiplin dari segi pembelajaran,olahraga,ekstrakurikuler, dan lainnya. Jadi SDN 45 ini sudah menjalankan dan melaksanakan kurikulum.
Adapun kegiatan-kegiatan yang untuk manajemen kan kurikulum adalah sebagai berikut :
1. Intrakurikuler
Di intrakurikuler itu kegiatan pembelajaran yang terlaksana di jam pelajaran seperti bidang studi dan lain-lain.
2. Kokulikuler
Di mana ada di kegiatan atau kebiasaan anak di sekolah seperti senam pagi upacara yasinan dan lain-lain.
3. Ekstrakulikuler
Di kegiatan tersebut mencakup kegiatan pramuka drumband dan olahraga.
Di SDN 45 itu sudah termasuk melaksanakan atau manajemen kan kurikulum yang di mana sekarang dengan kurikulum merdeka sudah terlaksana dari kelas 1 sampai 6. Dan dari segi prestasi di SDN 45 sudah termasuk baik dari segi akademik, olahraga, maupun seni musik.
Dari 6 prinsip manajemen kurikulum SD 45 ini sudah melaksanakan semuanya dari :
1. Relevansi
Mengawasi atau saling memperhatikan lingkungan dan peserta didik.
2. Fleksibilitas
Selalu mencari informasi terbaru menggunakan teknologi atau media.
3. Keterpaduan
Sudah jelas dilaksanakan untuk mendukung semua kegiatan di sekolah.
4. Efektifitas dan efisiensi
Sumber daya yang terletak pada guru-guru yaitu guru yang sesuai dengan bidangnya masing-masing.
5. Berorientasi pada peserta didik
Selalu memperhatikan kemampuan dan karakter peserta didik.
6. Kontekstual dan dinamis
Selalu melihat atau memperhatikan tentang lingkungan sekolah.
Hasil Observasi
1. Perencanaan Kurikulum
Perencanaan kurikulum di Madrasah Ibtidaiyah Al Huda dilakukan setiap awal tahun ajaran baru. Kepala madrasah bersama dewan guru menyusun program tahunan (Prota), program semester (Promes), dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku, yaitu Kurikulum Merdeka.
Dalam perencanaan, madrasah juga menambahkan beberapa muatan lokal seperti Bahasa Arab, Tahfidz Juz ‘Amma, dan Fikih Praktik untuk memperkuat karakter dan nilai keislaman peserta didik. Selain itu, perencanaan juga mencakup kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, hadrah, dan kegiatan keagamaan mingguan.
---
2. Pelaksanaan Kurikulum
Pelaksanaan kurikulum di MI Al Huda berjalan sesuai jadwal dan struktur yang telah direncanakan. Guru melaksanakan pembelajaran dengan berbagai metode seperti ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok, dan praktik langsung.
Dalam kegiatan belajar mengajar, guru berusaha menciptakan suasana yang menyenangkan dan interaktif agar siswa lebih aktif berpartisipasi.
Setiap pagi, siswa dibiasakan membaca doa bersama, menghafal ayat pendek, dan melaksanakan salat dhuha sebelum pelajaran dimulai. Hal ini menjadi bagian dari pelaksanaan kurikulum yang menanamkan nilai religius dan kemandirian siswa.
---
3. Evaluasi Kurikulum
Evaluasi kurikulum di MI Al Huda dilakukan secara berkala oleh kepala madrasah dan guru. Evaluasi mencakup penilaian terhadap:
Hasil belajar siswa (melalui ulangan harian, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester).
Kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran.
Efektivitas kegiatan belajar mengajar di kelas.
Hasil evaluasi digunakan untuk memperbaiki rencana pembelajaran pada periode berikutnya. Selain itu, madrasah juga melakukan evaluasi tahunan untuk meninjau kembali kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan siswa dan perkembangan zaman.
---
4. Faktor Pendukung dan Penghambat
Faktor Pendukung:
Guru yang berdedikasi dan berpengalaman.
Dukungan dari kepala madrasah serta kerja sama antara guru dan orang tua siswa.
Lingkungan madrasah yang kondusif dan religius.
Faktor Penghambat:
Fasilitas belajar yang masih terbatas seperti media pembelajaran dan alat peraga.
Belum semua guru mengikuti pelatihan tentang implementasi kurikulum merdeka.
Waktu pembelajaran yang terkadang berkurang karena kegiatan tambahan.
Hasil Observasi SDN 99/X SIDOMUKTI
1.Tujuan Observasi
a.Mengetahui kondisi nyata kegiatan pembelajaran di SD
b.Mengamati sarana dan prasarana sekolah
c.Mengidentifikasi proses perencanaan dan pelaksanaan kurikulum disekolah
d.Menilai interaksi guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar
2.Hasil Observasi
a.Kondisi lingkungan sekolah
SDN 99/X SIDOMUKTI terletak ditengah tengah desa sidomukti dengan lingkungan yang asri dan tenang. bangunan sekolahnya terdiri dari 10 ruang kelas,1 ruang guru, dan 1 ruang kepala sekolah. tapi, dikarenakan adanya perbaikan fasilitas ruang kelas, untuk sementara waktu hanya beberapa ruang kelas yang dapat digunakan.
b.Sarana dan prasarana
Dengan minimnya fasilitas disini seperti perbaikan ruang kelas, perpustakaan koleksi buku yang terbatas dapat menghambat proses pembelajaran para siswa, tapi semangat belajar para siswa tidak pernah luntur meskipun ada penghambat di fasilitas.
c.Kegiatan pembelajaran
Pembelajaran disini dimulai dari jam 07.15 dan berakhiir dijam 12.00, disini guru menggunakan kurikulum merdeka, guru juga menggunakan metode metode yang bervariasi dengan pendekatan tematik dan project-based leaning sederhana, guru juga berperan sebagai fasilitator dan motivator.
d.Perencanaan dan Evaluasi
Guru menyiapkan RPP(Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dan jurnal harian guru.evaluasi dilakukan melalui tes tertulis,penugasan, dan penilaian proyek. kepala sekolah melakukan rapat evaluasi setiap akhir bulan untuk membahas kemajuan belajar siswa dan kebutuhan sekolah.
e.Hubungan sekolah dengan masyarakat
Sekolah mendapat dukungan dari masyarakat desa, bahkan orang tua siswa sering membantu kegiatan gotong royong, seperti perbaikan pagar sekolah dan kebersihan lingkungan.
3.Kesimpulan
a.SDN 99/X SIDOMUKTI memiliki lingkungan belajar yang kondusif meskipun fasilitas terbatas.
b.Guru memiliki semangat tinggi dalam mengajar dan menerapkan kurikulum merdeka dengan kreatifitas lokal.
c.Dukungan masyarakat desa cukup baik terhadap kegiatan sekolah.
4.Diperlukan peningkatan fasilitas untuk menunjang proses belajar mengajar.
Nama:Binti nuril azizah
Prodi:PGMI
Dosen pengampu:Dr.Zaenal Abidin M.pd.I
Mata kuliah:Manajemen pendidikan islam
Tugas:Observasi manajemen kurikulum lembaga pendidikan islam di madrasah ibtidaiyah
Manajemen kurikulum suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi terhadap seluruh kegiatan kurikulum agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efisien.
Dalam observasi yang saya lakukan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al kautsar Jl. Depati parbo RT 04 Dusun tanjung sari Desa Sidomukti Kecamatan Dendang.Tanjung jabung timur.Jambi.
Sekolah kami telah menerapkan prinsip kemandirian dengan merancang dan menjalankan program kerja secara otonom namun tetap mengacu pada visi-misi pendidikan yang disepakati bersama. Dalam pelaksanaannya, kami melibatkan secara aktif masyarakat, orang tua siswa, serta yayasan melalui forum komunikasi rutin dan kolaborasi dalam kegiatan sekolah.
Partisipasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kekuatan utama dalam membangun lingkungan pendidikan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik. Setiap program dan kegiatan disusun berdasarkan musyawarah, sehingga mencerminkan kepedulian dan aspirasi bersama.
Dari sisi transparansi dan akuntabilitas, sekolah senantiasa menyampaikan laporan program kerja dan keuangan secara terbuka melalui rapat evaluasi, laporan berkala, serta media komunikasi internal sekolah. Hal ini menumbuhkan kepercayaan dan rasa memiliki dari semua pihak.
Dengan kolaborasi yang solid dan sistem pelaporan yang akuntabel, sekolah mampu menjaga keberlanjutan (sustainability) berbagai program secara konsisten. Komitmen bersama ini menjadi fondasi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Madrasah membentuk kerjasama dengan beberapa lembaga sebagai bentuk kolaborasi dia antaranya dukcapil, polres, puskesmas dll
Tujuan madrasah menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga seperti Dukcapil, Polres, Puskesmas, dan lainnya adalah sebagai bentuk kolaborasi strategis untuk mendukung pelaksanaan pendidikan yang holistik.
Nama : Tiara Wandari
Prodi : Pendidikan guru Madrasah Ibtidaiyah
Mata Kuliah : Manjamen Pendidikan
Dosen Pengampu : Dr. Zaenal Abidin, M.Pd.I
Hasil Observasi Kurikulum di MI Islamiyah Laucing
Saat saya melakukan observasi di MI Islamiyah Laucing, saya melihat bahwa pelaksanaan kurikulumnya sudah berjalan dengan cukup baik. Setiap guru sudah menyiapkan perencanaan pembelajaran seperti RPP dan modul ajar, dan madrasah juga punya dokumen kurikulum lengkap mulai dari visi misi sampai kalender pendidikan.
Dalam proses belajar mengajar, guru-guru terlihat aktif dan kreatif. Mereka menggunakan berbagai cara agar siswa tidak bosan, seperti diskusi, kerja kelompok, dan proyek sederhana. Pembelajaran juga tidak hanya fokus pada pelajaran umum, tapi dikaitkan dengan nilai-nilai Islam seperti akhlak dan keimanan.
Guru juga memakai media pembelajaran seperti video, gambar, dan benda nyata supaya siswa lebih mudah memahami pelajaran. Suasana kelas terasa menyenangkan, dan siswa terlihat semangat mengikuti kegiatan belajar.
Dalam hal penilaian, guru tidak hanya menilai dari ujian tertulis, tapi juga memperhatikan sikap, keaktifan, dan hasil karya siswa. Setiap anak diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya, dan hasil penilaian digunakan untuk memperbaiki cara mengajar guru serta membantu siswa yang mengalami kesulitan.
Selain kegiatan belajar di kelas, madrasah juga punya kegiatan pendukung seperti pramuka, tahfidz, muhadaroh, dan olahraga. Setiap pagi siswa juga dibiasakan membaca surah pendek dan Asmaul Husna, yang membuat suasana madrasah terasa religius dan membentuk karakter siswa jadi lebih baik.
Secara keseluruhan, pelaksanaan kurikulum di MI Islamiyah sudah berjalan dengan baik dan berpusat pada siswa. Guru-guru sudah berusaha menerapkan pembelajaran yang menyenangkan dan bernilai Islami. Hanya saja, masih perlu ditingkatkan dalam hal pembuatan modul ajar dan penggunaan teknologi agar proses belajar bisa lebih maksimal.
Nama: Triya utami
Prodi: pendidikan guru madrasah ibtidaiyah
Mata kuliah: manajemen pendidikan
Dosen pengampu:Dr zaenal Abidin,M.Pd.I
Dari observasi yang saya dapat kan di SDN 45/x bandar jaya kecamatan rantau rasau, sudah melaksanakan kurikulum merdeka, sekarang sudah ada lagi pelajaran did learning yaitu pembelajaran mendalam di mana kurikulum Merdeka itu selalu melakukan revisi /perbaikan setiap ada yang kurang di SDN 45 ini semuanya sudah melaksanakan, jam masuknya sudah kegiatan intra kulikuler, kekulikuler sama ekstra kurikuler semua berjalan dengan baik dan lancar.
Jadi SDN 45 ini sudah menjalankan dan melaksanakan kurikulum.
Ada juga ciri-ciri kegiatan
1.intra kurikulum
Intra kurikulum itu kegiatan pembelajaran yang terlaksana di jam pembelajaran seperti bidang studi semua yang di mapel Pancasila
2.ko kurikulum
Itu ada 7 kegiatan anak sehat, seperti senam pagi ada juga setiap hari jumat mengadakan yasinan bersama
3.ekstrakurikuler
Ada kegiatan pramuka, deramben dan olahraga
Di SDN 45 ini untuk kurikulum merdekanya sudah semua dari kelas 1 sampai 6
3. Kegiatan tadi sudah berjalan dengan baik untuk prestasi SD 45 ini sudah banyak baik itu akademik olahraga dan seni musik
Dari 6 manajemen kurikulum SD 45ini sudah melaksanakan semuanya dari:
1.Relevansi
Itu harus releven harus melihat juga keadaan anak dan keadaan lingkungan selalu mengawasi
2. Fleksibilitas
Ini juga sudah dilaksanakan dalam mengajar, itu tidak terpatok dalam satu mapel saja tetap mencari informasi yang terbaru menggunakan teknologi yang baik SD nya juga sering menggunakan invokus dalam mengajar
3.keterpaduan
Ini juga jelas sekali melaksanakannya, jelas struktur dan efesiensi
4.efektivitas dan efisiensi
Sumber daya dari guru kalau guru semua sudah sesuai dengan bidangnya masing-masing semua adalah guru SD
5.berorientasi pada peserta didik
Ini sangat sekali harus, karena guru SDN 45 itu harus melihat kemampuan peserta didik karakter nya
6. Kontekstual dan dinamis
Ini juga harus melihat perkembangan lingkungan sekolah ini sudah di laksanakan
konsep pengelola berbasis madrasah (MBM) dan prinsip-prinsip dasarnya, yang relevan untuk diterapkan di SDIT Nurul Hikmah.
Manajemen Berbasis Madrasah (MBM), yang memiliki kesamaan konsep dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), adalah paradigma baru manajemen pendidikan yang memberikan otonomi luas kepada madrasah/sekolah untuk mengelola sumber daya, program, dan kegiatannya sendiri. Hal ini dilakukan dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional dan bertujuan utama untuk meningkatkan mutu pendidikan secara efektif dan efisien.
📜 Prinsip-Prinsip Dasar Manajemen Berbasis Madrasah (MBM)
1. Prinsip Otonomi (Kemandirian)
* Inti: Pemberian kewenangan yang luas kepada madrasah/sekolah untuk mengambil keputusan dan mengelola dirinya sendiri tanpa terlalu bergantung pada birokrasi di tingkat atas.
* Penerapan di SDIT: SDIT Nurul Hikmah memiliki keleluasaan dalam mengembangkan kurikulum (terutama muatan lokal keislaman), memilih metode pengajaran yang paling efektif, dan mengalokasikan anggaran sesuai prioritas kebutuhan spesifik madrasah.
2. Prinsip Desentralisasi
* Inti: Kewenangan pengelolaan dilimpahkan dari pusat (pemerintah daerah/yayasan) kepada unit terkecil, yaitu madrasah.
* Penerapan di SDIT: Kepala sekolah dan guru memiliki tanggung jawab dan wewenang yang lebih besar dalam mengelola proses belajar mengajar dan menyelesaikan masalah operasional di tingkat sekolah.
3. Prinsip Partisipasi (Keterlibatan)
* Inti: Mendorong partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan (stakeholders) madrasah, terutama orang tua, komite sekolah, dan masyarakat.
* Penerapan di SDIT: Melibatkan orang tua dalam penyusunan program sekolah, pengadaan sarana, kegiatan ekstrakurikuler, dan pengawasan mutu pendidikan.
4. Prinsip Fleksibilitas
* Inti: Pengelolaan madrasah dilakukan secara luwes, disesuaikan dengan kondisi, potensi, dan kebutuhan khas madrasah masing-masing.
* Penerapan di SDIT: SDIT Nurul Hikmah dapat menerapkan strategi, model, dan metode pembelajaran yang paling cocok dengan karakteristik siswa SDIT (misalnya, quantum learning, student-centered, dan integrasi nilai-nilai Islam).
5. Prinsip Akuntabilitas (Pertanggungjawaban)
* Inti: Madrasah bertanggung jawab secara jelas terhadap kinerja dan penggunaan sumber daya kepada semua pemangku kepentingan (masyarakat dan pemerintah).
* Penerapan di SDIT: Melakukan pelaporan yang transparan dan terukur mengenai hasil belajar siswa, penggunaan dana, dan pelaksanaan program-program sekolah.
6. Prinsip Ekuifinalitas
* Inti: Ada beragam cara dan strategi yang berbeda untuk mencapai tujuan pendidikan yang sama (misalnya, peningkatan mutu).
* Penerapan di SDIT: Kepala SDIT didorong untuk membuat strategi jangka pendek, menengah, dan panjang yang unik, disesuaikan dengan kondisi dan keunggulan kompetitif SDIT Nurul Hikmah.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip MBM ini, SDIT Nurul Hikmah diharapkan dapat menjadi lembaga pendidikan yang mandiri, adaptif, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan mampu meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Tugas Menganalisis sekolah dengan berbasis aspek MBM.Di SDIT Nurul Hikmah.
1.Kemandirian: sekolah ini dari wali siswa yang berupa SPP, sekolah nya swasta.kegiatannya full day dari siang sampai waktu yg telah di jadwal ,juga siswanya lumayan banyak,dan sekolah ini mengajarkan kemandirian pada siswanya yg dapat berfikir lebih luas.
2.Partisipasi:wali murid harus support menyekolahkan anak nya di sekolah ini,Karena jika tidak layanan sekolah tidak dapat menerimanya.juga wajib mengikuti aturan yang telah berlaku,agar semuanya perencanaan dapat berjalan sesuai harapan.Perbulan nya 550 K kegunaan nya pembelajaran yang ada di sekolah, fasilitas yang cukup serta makan siang di tanggung.
3.Transparansi: Pengelolaan di lakukan secara terbuka dan akuntabel jadi di SDIT ini harus berhubungan langsung dengan yayasan.
4.Akuntabilitas: Sekolah SDIT ini sangat bertanggung jawab terhadap masyarakat dan pemerintah.Jika ada kendala/unsur masalah yang tidak disengaja akan diselesaikan dengan baik.
5.Sustainability:sustainability (keberlanjutan) pengembangan sekolah SDIT ini di arahkan untuk peningkatan mutu berkelanjutan.Saat ini, SDIT mampu bersaing dengan SD lainya contohnya saja LCC masih di pegang kejuaraan nya hingga saat ini dari tiga tahun terakhir.Olimpiade seni dan bahara masih menjadi tingkat nasional ke tiga sekecamatan.sesuaiaktivitas yang terjadwal dalam seminggu satu kali berkegiatan extra kurikulum yaitu di hari sabtu selebihnya peserta didik fokus dalam pembelajaran nya.
analisis manajemen kurikulum di SDIT Nurul Hikmah, dengan merujuk pada praktik umum Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT):
📚 Analisis Manajemen Kurikulum SDIT Nurul Hikmah
Manajemen kurikulum di SDIT Nurul Hikmah kemungkinan besar mengadopsi model kurikulum terpadu (integrasi) yang merupakan ciri khas Sekolah Islam Terpadu (SIT).
1. Kurikulum Inti dan Kekhasan
* Integrasi Kurikulum: Sekolah ini umumnya memadukan Kurikulum Nasional dengan kurikulum kekhasan Sekolah Islam Terpadu, yang seringkali mengacu pada standar Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) atau kekhasan yayasan sendiri.
* Materi Tambahan: Fokus utama terletak pada penambahan materi keagamaan, seperti:
* Al-Qur'an dan Hadis: Program unggulan seperti Tahfiz Qur'an (hafalan juz amma) dan Tahsin (perbaikan bacaan).
* Bahasa Arab: Sebagai mata pelajaran wajib.
* Ibadah Praktis: Untuk menguatkan praktik ibadah harian.
2. Proses Manajemen
Manajemen kurikulum dijalankan melalui empat tahapan utama:
* Perencanaan : Melibatkan penyusunan program tahunan, program semester, silabus, dan RPP yang mengintegrasikan mata pelajaran umum dengan nilai-nilai dan materi keislaman. Perencanaan ini sering melibatkan tim kurikulum, guru, dan masukan dari yayasan/komite.
* Pelaksanaan : Kurikulum diimplementasikan dengan model full day school atau jam belajar yang lebih panjang untuk mengakomodasi kurikulum ganda. Metode pengajaran juga diarahkan untuk mengintegrasikan ilmu umum dan agama.
* Evaluasi: Dilakukan secara berkala, tidak hanya terhadap mata pelajaran umum (UTS/UAS) tetapi juga terhadap capaian keislaman, seperti:
* Evaluasi Harian/Mingguan: Untuk target Tahsin dan Tahfiz.
* Evaluasi Akhir Semester: Melalui tes hafalan, doa, dan ibadah praktis.
* Pengembangan: Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar untuk perbaikan dan pengembangan kurikulum agar relevan dengan visi sekolah dan tuntutan zaman.
3. Program Penunjang
Selain akademik, manajemen kurikulum juga mencakup program yang mendukung pengembangan karakter dan keterampilan siswa:
* Pembiasaan (Habituasi): Penerapan budaya religius, seperti Sholat Dhuha berjamaah, sebagai bagian tak terpisahkan dari kurikulum.
* Pengembangan Diri: Kegiatan seperti Outing Class (belajar di luar sekolah) dan Creativity Room (menampilkan keterampilan seperti pidato B. Inggris/Arab, seni tari) untuk mengembangkan wawasan dan kreativitas siswa secara seimbang.
Secara keseluruhan, manajemen kurikulum di SDIT Nurul Hikmah berorientasi pada pencapaian output lulusan yang memiliki kemampuan seimbang antara ilmu agama dan ilmu umum, sesuai dengan visi Sekolah Islam Terpadu.
1. Pengertian Manajemen Peserta Didik
Manajemen peserta didik adalah proses pengelolaan segala kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik di suatu lembaga pendidikan, mulai dari penerimaan hingga peserta didik lulus atau keluar dari sekolah.
Tujuannya adalah untuk menciptakan kondisi belajar yang optimal, mengembangkan potensi peserta didik secara maksimal, serta menjamin tertib administrasi dan kelancaran proses pendidikan.
2. Ruang Lingkup Manajemen Peserta Didik
Ruang lingkup manajemen peserta didik meliputi seluruh aspek yang berhubungan dengan keberadaan peserta didik di sekolah, antara lain:
1. Perencanaan peserta didik – meliputi analisis kebutuhan dan penentuan jumlah peserta didik yang akan diterima.
2. Penerimaan dan seleksi peserta didik baru – mencakup proses pendaftaran, seleksi, dan penempatan.
3. Orientasi dan penyesuaian peserta didik – membantu peserta didik mengenal lingkungan sekolah dan beradaptasi dengan budaya sekolah.
4. Pencatatan dan administrasi peserta didik – meliputi pengelolaan data pribadi, kehadiran, prestasi, dan perkembangan peserta didik.
5. Bimbingan, pembinaan, dan pengembangan peserta didik – untuk mengembangkan potensi akademik, minat, bakat, serta kepribadian peserta didik.
6. Pengelolaan disiplin dan tata tertib peserta didik – menjaga ketertiban, tanggung jawab, dan sikap positif di lingkungan sekolah.
7. Mutasi peserta didik – mencakup perpindahan masuk dan keluar peserta didik.
8. Kelulusan dan alumni – pengelolaan administrasi kelulusan serta hubungan dengan lulusan atau alumni.
Kesimpulan
Manajemen peserta didik merupakan bagian penting dari manajemen pendidikan yang berfungsi mengatur seluruh kegiatan peserta didik agar proses belajar mengajar berjalan efektif dan efisien. Dengan pengelolaan yang baik, sekolah dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan mendukung pencapaian tujuan pendidikan.
Menyusun ringkasan tentang ruang lingkup manajemen peserta didik
1.Manajemen Peserta Didik (Siswa)
Mengatur penerimaan, pembinaan, pengembangan, dan evaluasi peserta didik agar potensi mereka berkembang secara optimal.
2. Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Meliputi perencanaan, pengangkatan, pembinaan, serta penilaian kinerja guru dan staf untuk meningkatkan mutu pendidikan.
3. Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran
Mengatur perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman.
4. Manajemen Sarana dan Prasarana
Mengelola fasilitas fisik seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan media pembelajaran agar mendukung kegiatan belajar mengajar.
5. Manajemen Keuangan
Mengatur perencanaan, penggunaan, dan pertanggungjawaban dana pendidikan secara transparan dan efisien.
6. Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat (Humas)
Membangun kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk mendukung keberhasilan pendidikan.
7. Manajemen Layanan Khusus
Mengelola layanan seperti bimbingan dan konseling, kesehatan sekolah, serta kegiatan ekstrakurikuler.
8. Manajemen Evaluasi dan Pengawasan
Melakukan penilaian terhadap seluruh kegiatan pendidikan guna mengetahui efektivitas dan meningkatkan mutu sekolah.
Peserta didik membutuhkan dukungan menyeluruh — jasmani, rohani, sosial, dan intelektual — agar dapat berkembang secara optimal.
Jadi sebagai guru harus memiliki sikap adalah
1. Kompetensi Profesional – penguasaan materi pelajaran dan metode mengajar.
2. Sarana dan Prasarana – alat, media, dan lingkungan belajar yang mendukung.
3. Motivasi dan Kesejahteraan – dukungan moral, finansial, dan kesempatan pengembangan diri.
4. Kerja Sama – hubungan baik dengan sesama guru, peserta didik, dan orang tua.
5. Manajemen Waktu dan Administrasi – agar proses belajar berjalan teratur dan efektif.
Ketika menjadi Guru BK (Bimbingan dan Konseling)
Membantu peserta didik mengenali potensi diri.
Memberi bimbingan belajar, sosial, pribadi, dan karier.
Menangani masalah siswa secara bijak dan rahasia.
Menjadi pendengar dan penasehat bagi siswa yang membutuhkan.
Kepala Sekolah
Memimpin dan mengatur seluruh kegiatan sekolah.
Membina guru, staf, dan siswa agar sekolah berjalan efektif.
Mengelola keuangan, sarana, serta hubungan dengan masyarakat.
Mengawasi pelaksanaan pembelajaran dan program sekolah
Wali Kelas
Mengatur administrasi siswa di kelasnya (absensi, nilai, laporan).
Menjadi penghubung antara sekolah, guru, dan orang tua.
Membimbing perilaku dan disiplin siswa di kelasnya.
Menciptakan suasana kelas yang nyaman dan kondusif.
Guru Mata Pelajaran
Menyusun rencana pembelajaran (RPP).
Menyampaikan materi sesuai kurikulum.
Menilai hasil belajar siswa.
Membimbing siswa agar memahami pelajaran dengan baik.
Staf Tata Usaha (TU)
Mengurus administrasi sekolah, surat-menyurat, dan arsip.
Mengelola data siswa, guru, dan keuangan sekolah.
Prinsip MBM di MI Nurul Iman
1. Kemandirian – madrasah memiliki wewenang mengatur program dan anggaran sesuai kebutuhan.
2. Partisipasi – melibatkan seluruh warga madrasah dan masyarakat sekitar.
3. Transparansi dan Akuntabilitas – semua keputusan dan penggunaan dana dilaporkan secara terbuka.
4. Kreativitas dan Inovasi – mengembangkan ide-ide baru dalam kegiatan pembelajaran dan manajemen.
---
Implementasi Kemandirian di MI Nurul Iman
1. Kemandirian dalam Perencanaan
Madrasah menyusun Rencana Kerja Madrasah (RKM) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM) secara mandiri.
Guru dan kepala madrasah berkolaborasi menentukan prioritas program sesuai kebutuhan siswa.
2. Kemandirian dalam Pembelajaran
Guru diberi keleluasaan mengembangkan metode belajar aktif, kontekstual, dan berbasis proyek.
Siswa dilatih mandiri melalui kegiatan student project, literasi mandiri, dan praktik keagamaan sehari-hari.
3. Kemandirian Keuangan
Madrasah mengelola dana BOS, infak, dan bantuan masyarakat secara mandiri dan transparan.
Mengembangkan kegiatan kewirausahaan sekolah seperti kantin sehat dan bazar karya siswa.
4. Kemandirian Sumber Daya Manusia (SDM)
Guru dilatih secara rutin melalui in-house training untuk meningkatkan kompetensi.
Madrasah membentuk tim penggerak inovasi dan pengembangan mutu internal.
5. Kemandirian Hubungan dengan Masyarakat
Madrasah membangun kerja sama dengan komite madrasah, tokoh masyarakat, dan lembaga sekitar.
Mengadakan kegiatan sosial seperti bakti lingkungan dan pengajian masyarakat.Prinsip MBM di MI Nurul Iman
1. Kemandirian – madrasah memiliki wewenang mengatur program dan anggaran sesuai kebutuhan.
2. Partisipasi – melibatkan seluruh warga madrasah dan masyarakat sekitar.
3. Transparansi dan Akuntabilitas – semua keputusan dan penggunaan dana dilaporkan secara terbuka.
4. Kreativitas dan Inovasi – mengembangkan ide-ide baru dalam kegiatan pembelajaran dan manajemen.
---
Implementasi Kemandirian di MI Nurul Iman
1. Kemandirian dalam Perencanaan
Madrasah menyusun Rencana Kerja Madrasah (RKM) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM) secara mandiri.
Guru dan kepala madrasah berkolaborasi menentukan prioritas program sesuai kebutuhan siswa.
2. Kemandirian dalam Pembelajaran
Guru diberi keleluasaan mengembangkan metode belajar aktif, kontekstual, dan berbasis proyek.
Siswa dilatih mandiri melalui kegiatan student project, literasi mandiri, dan praktik keagamaan sehari-hari.
3. Kemandirian Keuangan
Madrasah mengelola dana BOS, infak, dan bantuan masyarakat secara mandiri dan transparan.
Mengembangkan kegiatan kewirausahaan sekolah seperti kantin sehat dan bazar karya siswa.
4. Kemandirian Sumber Daya Manusia (SDM)
Guru dilatih secara rutin melalui in-house training untuk meningkatkan kompetensi.
Madrasah membentuk tim penggerak inovasi dan pengembangan mutu internal.
5. Kemandirian Hubungan dengan Masyarakat
Madrasah membangun kerja sama dengan komite madrasah, tokoh masyarakat, dan lembaga sekitar.
Mengadakan kegiatan sosial seperti bakti lingkungan dan pengajian masyarakat.
Nama Sekolah
MI Nurul Ihsan
2. Waktu Observasi
5 November 2025
3. Tujuan Observasi
Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Manajemen Berbasis Madrasah (MBM) di MI dalam kegiatan belajar mengajar dan pengelolaan sekolah.
4. Hasil Observasi
a. Perencanaan
Sekolah membuat rencana kegiatan setiap awal tahun, seperti jadwal pelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, dan program keagamaan. Semua guru ikut serta dalam rapat perencanaan.
b. Pelaksanaan
Guru mengajar sesuai jadwal dan kurikulum yang berlaku. Siswa aktif belajar di kelas, serta mengikuti kegiatan tambahan seperti hafalan doa dan lomba-lomba keagamaan.
c. Pengawasan
Kepala sekolah sering memantau kegiatan belajar dan memberikan arahan kepada guru. Hasil belajar siswa juga dievaluasi setiap akhir semester.
d. Partisipasi Masyarakat
Komite sekolah dan orang tua ikut membantu kegiatan sekolah, seperti perbaikan ruang kelas dan kegiatan hari besar Islam.
---
5. Temuan Positif
Guru dan siswa semangat dalam kegiatan belajar.
Kepala sekolah aktif membimbing guru dan siswa.
Ada kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua.
---
6. Kendala
Fasilitas sekolah masih terbatas.
Tidak semua orang tua aktif dalam kegiatan sekolah.
---
7. Kesimpulan
Pelaksanaan Manajemen Berbasis Madrasah (MBM) di MI Nurul Ihsan sudah berjalan cukup baik. Semua pihak berusaha bekerja sama untuk memajukan madrasah meskipun masih ada kekurangan pada sarana dan partisipasi sebagian orang tua.
Observasi kurikulum madrasah ibtidaiyah nurul ihsan
1. Nama Sekolah
MI Nurul Ihsan
2. Waktu Observasi
5 November 2025
3. Tujuan Observasi
Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan dan pengelolaan manajemen kurikulum di MI Nurul Ihsan.
4. Hasil Observasi
Manajemen kurikulum di MI Nurul Ihsan berjalan cukup baik. Kepala sekolah dan guru bersama-sama menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Jadwal pelajaran disusun dengan seimbang antara mata pelajaran umum dan agama.
Guru melaksanakan pembelajaran dengan metode yang bervariasi agar siswa aktif dan mudah memahami materi. Evaluasi hasil belajar dilakukan setiap akhir tema dan semester. Kepala sekolah juga melakukan supervisi untuk memastikan pembelajaran berjalan sesuai rencana.
5. Kesimpulan
Manajemen kurikulum di MI Nurul Ihsan sudah terlaksana dengan baik. Perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dilakukan secara teratur, meskipun masih perlu peningkatan dalam penggunaan media pembelajaran agar proses belajar lebih menarik.
Hasil Observasi
1. Perencanaan Kurikulum
MI Nurul Iman menggunakan Kurikulum Merdeka yang dipadukan dengan Kurikulum Pendidikan Agama Islam dari Kementerian Agama.
Perencanaan kurikulum dilakukan melalui:
Rapat tahunan yang melibatkan kepala madrasah, guru, dan komite sekolah.
Analisis kebutuhan peserta didik dan kondisi lingkungan madrasah.
Penyusunan kalender pendidikan dan program tahunan/semester.
2. Pelaksanaan Kurikulum
Pelaksanaan kurikulum berjalan dengan baik, ditandai dengan:
Pembelajaran aktif, kreatif, dan menyenangkan (PAIKEM).
Adanya integrasi antara mata pelajaran umum dan keagamaan.
Guru menggunakan media pembelajaran digital sederhana seperti LCD dan video interaktif.
Kegiatan ekstrakurikuler seperti rebana, tahfidz, dan pramuka mendukung pengembangan karakter siswa.
3. Evaluasi Kurikulum
Evaluasi dilakukan setiap akhir semester melalui:
Penilaian hasil belajar siswa (kognitif, afektif, dan psikomotorik).
Rapat evaluasi internal untuk meninjau efektivitas pembelajaran.
Umpan balik dari guru dan orang tua untuk perbaikan program pembelajaran.
4. Peran Kepala Madrasah
Kepala madrasah berperan sebagai:
Supervisor akademik, memantau pelaksanaan kurikulum.
Motivator, memberi semangat kepada guru untuk berinovasi.
Koordinator, memastikan semua kegiatan berjalan sesuai rencana.
5. Kendala yang Ditemui
Keterbatasan fasilitas pembelajaran modern.
Beberapa guru masih perlu pelatihan penggunaan media digital.
Waktu pembelajaran yang padat membuat kegiatan tambahan kadang tertunda.
6. Upaya Mengatasi Kendala
Mengadakan pelatihan internal guru.
Meningkatkan kerja sama dengan komite sekolah untuk pengadaan sarana.
Hasil observasi terkait manajemen kurikulum di MAN 2 Tanjung Jabung Timur, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Mohamad Arsad dan dipublikasikan dalam jurnal serta dokumen akademik⁽¹⁾⁽²⁾:
• Temuan Utama Observasi Manajemen Kurikulum
- Kepemimpinan Kepala Madrasah
Kepala madrasah memainkan peran sentral dalam meningkatkan profesionalisme guru. Ia menerapkan pendekatan manajerial berbasis siklus: _perencanaan (plan), pelaksanaan (do), refleksi (reflection), dan observasi (observation).
- Peningkatan Kinerja Guru
Melalui kebijakan internal dan pembinaan berkelanjutan, guru didorong untuk lebih aktif dalam menyusun perangkat pembelajaran, mengikuti pelatihan, dan menerapkan metode yang sesuai dengan kurikulum nasional.
- Kurikulum yang Diterapkan
MAN 2 Tanjung Jabung Timur mengimplementasikan Kurikulum 2013, dengan penyesuaian terhadap karakteristik lokal dan nilai-nilai keislaman. Ada upaya untuk mengintegrasikan pembelajaran berbasis karakter dan spiritualitas.
- Kolaborasi dan Supervisi
Terdapat sistem supervisi akademik yang dilakukan secara berkala oleh kepala madrasah dan tim kurikulum. Guru diberikan umpan balik untuk perbaikan pembelajaran.
- Dokumentasi dan Arsip Kurikulum
Manajemen pengarsipan dokumen kurikulum dilakukan secara sistematis, mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan pendidikan.
Posting Komentar