Pages - Menu

Tri Dharma PT

Teaching Supervision

Zae-id_Library

Rabu, Maret 11, 2026

Merumuskan Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, dan Manfaat Penelitian


Merumuskan Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, dan Manfaat Penelitian


1. Pengantar Konseptual

Dalam kegiatan penelitian ilmiah, tahap paling fundamental adalah merumuskan rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. Ketiga unsur tersebut menjadi kerangka logis yang mengarahkan keseluruhan proses penelitian mulai dari pengumpulan data, analisis, hingga penarikan kesimpulan. Tanpa rumusan yang jelas, penelitian akan kehilangan arah metodologis dan sulit menghasilkan temuan ilmiah yang bermakna. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami bahwa rumusan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian merupakan fondasi epistemologis penelitian ilmiah (Creswell, 2018).

Rumusan masalah merupakan pernyataan ilmiah yang menjelaskan kesenjangan antara kondisi ideal dengan kondisi empiris yang terjadi di lapangan. Dalam metodologi penelitian sosial, rumusan masalah biasanya disusun dalam bentuk pertanyaan penelitian yang sistematis dan dapat dijawab melalui proses penelitian ilmiah. Rumusan masalah juga berfungsi sebagai titik awal bagi penyusunan kerangka teori, hipotesis, serta desain penelitian yang akan digunakan (Sugiyono, 2022).

Dalam konteks penelitian ekonomi syari’ah, rumusan masalah seringkali berkaitan dengan fenomena sosial-ekonomi umat, seperti praktik transaksi, sistem distribusi kekayaan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, maupun implementasi prinsip-prinsip syariah dalam kegiatan ekonomi. Oleh sebab itu, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami aspek metodologis penelitian, tetapi juga harus mampu mengaitkannya dengan nilai-nilai maqashid syariah, seperti keadilan, kemaslahatan, dan kesejahteraan masyarakat (Antonio, 2019).


2. Rumusan Masalah Penelitian

Rumusan masalah merupakan inti dari sebuah penelitian karena menentukan fokus kajian yang akan diteliti. Menurut Creswell (2018), rumusan masalah adalah pernyataan yang menjelaskan isu penelitian yang akan diselidiki secara sistematis. Rumusan masalah biasanya dirumuskan setelah peneliti melakukan observasi awal terhadap suatu fenomena atau permasalahan yang terjadi di masyarakat.

Secara metodologis, rumusan masalah yang baik memiliki beberapa karakteristik utama, yaitu:

  1. Jelas dan spesifik

  2. Dapat diteliti secara empiris

  3. Relevan dengan bidang keilmuan

  4. Memiliki nilai kontribusi ilmiah

Rumusan masalah sering disusun dalam bentuk pertanyaan penelitian. Contohnya:

Contoh Rumusan Masalah:

  1. Bagaimana praktik pembiayaan mikro syariah pada pedagang kecil di pasar tradisional?

  2. Apakah praktik tersebut telah sesuai dengan prinsip akad dalam ekonomi Islam?

  3. Bagaimana kontribusi pembiayaan tersebut terhadap peningkatan kesejahteraan pedagang?

Rumusan masalah yang baik akan memudahkan peneliti dalam menentukan variabel penelitian, metode pengumpulan data, serta teknik analisis yang tepat (Sekaran & Bougie, 2020).


3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan pernyataan yang menjelaskan apa yang ingin dicapai oleh peneliti melalui kegiatan penelitian yang dilakukan. Tujuan penelitian harus disusun secara sistematis dan selaras dengan rumusan masalah yang telah dirumuskan sebelumnya. Dengan kata lain, tujuan penelitian merupakan jawaban operasional dari rumusan masalah penelitian (Neuman, 2017).

Tujuan penelitian biasanya diawali dengan kata kerja operasional seperti:

  • menganalisis

  • mengidentifikasi

  • mengevaluasi

  • menjelaskan

  • mengkaji

Contoh tujuan penelitian:

  1. Menganalisis praktik pembiayaan mikro syariah pada pedagang pasar tradisional.

  2. Mengkaji kesesuaian praktik pembiayaan tersebut dengan prinsip akad dalam ekonomi Islam.

  3. Menjelaskan kontribusi pembiayaan mikro syariah terhadap peningkatan kesejahteraan pedagang.

Dengan adanya tujuan penelitian yang jelas, peneliti dapat menentukan metode penelitian yang tepat serta menghindari pembahasan yang terlalu luas (Creswell, 2018).


4. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian merupakan penjelasan mengenai kontribusi yang diharapkan dari hasil penelitian yang dilakukan. Manfaat penelitian biasanya dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis (Sugiyono, 2022).

1. Manfaat Teoritis

Manfaat teoritis berkaitan dengan kontribusi penelitian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam bidang ekonomi syari’ah, manfaat teoritis dapat berupa penguatan konsep ekonomi Islam, pengembangan teori distribusi kekayaan, atau pengayaan literatur tentang praktik ekonomi syariah di masyarakat.

2. Manfaat Praktis

Manfaat praktis berkaitan dengan kegunaan hasil penelitian bagi pihak-pihak tertentu seperti:

  • pemerintah

  • lembaga keuangan syariah

  • masyarakat

  • akademisi

Sebagai contoh, penelitian tentang pembiayaan mikro syariah dapat memberikan rekomendasi kebijakan bagi lembaga keuangan syariah dalam meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil.


5. Diagram Hubungan Logis Penelitian

Agar mahasiswa lebih mudah memahami hubungan antara ketiga komponen tersebut, berikut pola visualisasinya:

Fenomena / Masalah Sosial Ekonomi
Identifikasi Masalah
Rumusan Masalah
(Pertanyaan Penelitian)
Tujuan Penelitian
(Apa yang ingin dicapai)
Manfaat Penelitian
(Kontribusi Teoritis & Praktis)

Diagram ini menunjukkan bahwa rumusan masalah menjadi dasar utama bagi tujuan penelitian, sedangkan manfaat penelitian merupakan implikasi dari hasil penelitian tersebut.


6. Studi Kasus (Ekonomi Syari’ah)

Kasus Penelitian

Di sebuah pasar tradisional di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, banyak pedagang kecil memperoleh modal usaha dari rentenir dengan sistem bunga tinggi. Kondisi ini menyebabkan sebagian pedagang mengalami kesulitan dalam mengembangkan usaha dan sering terjebak dalam siklus utang.

Namun, beberapa koperasi syariah mulai menawarkan pembiayaan berbasis akad murabahah dan qardhul hasan kepada pedagang kecil.

Contoh Rumusan Penelitian

Rumusan Masalah

  1. Bagaimana praktik pembiayaan pedagang kecil di pasar tradisional tersebut?

  2. Bagaimana implementasi pembiayaan berbasis akad syariah dalam membantu pedagang kecil?

  3. Apakah pembiayaan syariah mampu meningkatkan kesejahteraan pedagang?

Tujuan Penelitian

  1. Menganalisis praktik pembiayaan pedagang kecil di pasar tradisional.

  2. Mengkaji implementasi pembiayaan berbasis akad syariah.

  3. Menilai kontribusi pembiayaan syariah terhadap peningkatan kesejahteraan pedagang.

Manfaat Penelitian

  • Teoritis: memperkaya kajian ekonomi mikro syariah.

  • Praktis: memberikan rekomendasi bagi lembaga keuangan syariah dalam pengembangan pembiayaan UMKM.


7. Pertanyaan Diskusi Mahasiswa

  1. Mengapa rumusan masalah menjadi komponen paling penting dalam penelitian ilmiah?

  2. Apa perbedaan mendasar antara rumusan masalah dan tujuan penelitian?

  3. Bagaimana cara memastikan bahwa rumusan masalah dapat diteliti secara ilmiah?

  4. Berikan contoh rumusan masalah penelitian ekonomi syariah yang berkaitan dengan UMKM.

  5. Bagaimana penelitian ekonomi syariah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara nyata?


8. Latihan Mahasiswa

Mahasiswa diminta menyusun:

  1. Satu fenomena ekonomi syariah di masyarakat

  2. Tiga rumusan masalah penelitian

  3. Tiga tujuan penelitian

  4. Manfaat penelitian (teoritis dan praktis)

Contoh topik latihan:

  • Praktik jual beli online dalam perspektif ekonomi syariah

  • Pembiayaan UMKM berbasis akad murabahah

  • Peran zakat produktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat


Daftar Pustaka

Antonio, M. S. (2019). Islamic banking and finance: Theory and practice. Jakarta: Gema Insani.

Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage Publications.

Neuman, W. L. (2017). Social research methods: Qualitative and quantitative approaches. Pearson Education.

Sekaran, U., & Bougie, R. (2020). Research methods for business: A skill building approach. Wiley.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar